Jantung kita berhenti kala bersin, mitos atau fakta?
Jantung kita berhenti kala bersin, mitos atau fakta? bersin adalah reflesk yang berpusat di bagian batang otak yang yang disebut medulla. Hal ini terjadi ketika ada sesuatu menggelitik lapisan atas dalam hidung. Saraf memberi sinyal langsung ke medulla, yang memberi sinyal balik berupa bersin
Di masyarakat, kita diajarkan untuk memuji Tuhan ketika selesai bersin. Hal ini dipercaya karena jantung kita berhenti berdetak ketika bersin. Namun benarkah hal tersebut?
Ternyata, hal ini merupakan mitos yang asal-usulnya tak seberapa jelas dan masuk akal.
Dilansir dari Live Science, bersin adalah refleks yang berpusat di bagian batang otak yang yang disebut medulla. Hal ini terjadi ketika ada sesuatu menggelitik lapisan atas dalam hidung. Saraf memberi sinyal langsung ke medulla, yang memberi sinyal balik berupa mata yang menutup, dada yang berkontraksi, dan paru-paru yang bersiap memompa semacam 'ledakan' udara yang berkecepatan 100 mil per jam.
Dari proses bersin ini, medulla tak memberi sinyal pada jantung untuk berhenti berdetak. Jantung akan tetap berdetak sekencang apapun Anda bersin.
Mitos yang dipercaya orang berkaitan dengan bersin salah satunya adalah seseorang percaya roh akan meninggalkan tubuh lewat hidung ketika bersin. Padahal tentu saja ini hanyalah takhayul yang tak perlu dipercaya. Mungkin yang dimaksud 'roh' ini adalah kuman dan dan penyebaran penyakit, yang memang meninggalkan tubuh Anda ketika bersin. Jadi lebih baik menutup mulut dan hidung Anda ketika bersin, agar orang lain tak tertular roh Anda.
Baca juga:
Mengapa mayoritas manusia gunakan tangan kanan daripada kiri?
Mengapa kita menggendong bayi selalu di sisi kiri?
7 Cahaya langit aneh dan misterius yang disalahartikan sebagai UFO
Misteri di balik kucing yang selalu mendarat dengan selamat
Temuan bukti baru, Titanic bukan tenggelam karena tabrak gunung es
Radiasi smartphone bisa sebabkan mandul, mitos atau fakta?