Ini Kekurangan Terbesar Dari Galaxy Note 20 Ultra
Ini Kekurangan Terbesar Dari Galaxy Note 20 Ultra
Samsung Galaxy Note 20 Ultra tak bisa dimungkiri adalah smartphone yang paling ditunggu di tahun 2020. Ulasan tentang smartphone ini pun sangat bagus, mengingat sistem kamera terbaik, SPen, dan juga prosesor terbaik. Hal ini membuat Note 20 Ultra bisa jadi pilihan di banyak profesi.
Namun salah satu kekurangan utama yang juga susah dimungkiri di tengah kehebatan Note 20 Ultra adalah soal durabilitas. Berdasarkan laporan dari Phone Arena yang menguji baterai smartphone ini yang berkapasitas 4.500mAh, ternyata tidak terlalu bertahan lebih dari satu hari.
Bahkan, dilaporkan bahwa, penggunan kelas berat dengan memaksimalkan fitur seperti kecepatan refresh maksimal, juga akan menguras baterai lebih cepat.
Penjelasannya pun cukup mudah dan logis, di mana kecepatan layar 120Hz ini adalah fitur yang sangat menguras baterai. Ini adalah fitur yang sangat mewah di mana segala yang muncul di layar bergerak lebih mulus dan sama sekali tidak ada lag.
Namun fitur ini menghuras baterai, bahkan ketika opsi adaptasi yang dapat menurunkan kecepatan layar secara otomatis (LTPO), baterai tetap terkuras cepat.
Hal ini mungkin bisa diatasi oleh Samsung dengan memberi opsi 90Hz. Pasalnya, Samsung tidak memberi opsi di luar 120Hz dengan fitur LTPO. Padahal, opsi 90Hz sendiri sudah cukup mulus, dan sudah sangat berbeda dengan kecepatan layar standar yakni 60Hz.
Dua smartphone yang bertahan dengan menggunakan kecepatan layar 90Hz adalah Asus Zenfone 7 Pro dan OnePlus8. Keduanya memiliki baterai dengan kapasitas rata-rata setara, namun seperti yang diungkap dari uji baterai Phone Arena, keduanya mampu tetap bertahan lebih dari satu hari dengan layar yang juga tetap mulus.
Apakah dalam pembaruan software terbaru, Samsung akan memberikan opsi ini? Kita tunggu saja.
(mdk/idc)