Ini kata Menkominfo soal \'bug\' diaplikasi Go-Jek
Menkominfo percaya GO-JEK bisa mengatasi masalah bug tersebut
Peristiwa penemuan celah berbahaya oleh seorang programmer asal Indonesia, Yohanes Nugroho, di aplikasi Go-Jek, membuat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, ikut berkomentar.
Menurutnya, bug yang ada diaplikasi Go-Jek, sudah semestinya harus diperbaiki agar privasi data pengguna tidak terancam tersebar atau 'dijahili' oknum tak bertanggung jawab.
"Suatu proses kita harus belajar, dan tidak semuanya mulus seratus persen, jadi harus kita minimalisir, dan saya yakin, mereka kan engineer-nya banyak," ujar ditemui seusai acara ulang tahun ke enam dan peresmian kantor Bukalapak.com, Jakarta, Selasa (12/1).
Dirinya pun akan mengeluarkan peraturan menteri (Permen) terkait perlindungan data pribadi. Namun ke depannya, hal itu akan akan masuk dalam Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Saat ini masih dalam penggodokan oleh pemerintah dan prosesnya akan memakan waktu cukup lama. Dia pun memprediksikan aturan tersebut selesai pada tahun 2017.
"Rencananya bakal keluar Permen, sehingga setidaknya ada yang mengatur. Jadi masyarakat merasa data pribadinya terlindungi," jelas dia.
Sementara itu, sebelumnya pihak Go-Jek memaparkan sedang melakukan proses perbaikan yang sudah hampir selesai yang melibatkan semua tim dan memastikan minggu ini semua akan selesai.
Nadiem Makarim, CEO Go-Jek mengatakan bahwa keamanan data selalu menjadi salah satu prioritas utama.
"Kami telah memahami adanya permasalahan ini dan telah melakukan peningkatan dan perbaikan di hampir seluruh aspek. Dapat kami tegaskan bahwa saat ini kredit milik pelanggan dan mitra pengendara 100 persen aman," ungkap Nadiem.
Baca juga:
Ini 6 bahaya dari celah kerentanan di aplikasi Go-Jek
Semalam sempat tak bisa diakses, GO-JEK sudah bebas bug berbahaya?
Programer Indonesia temukan celah berbahaya di aplikasi Go-Jek
Sopir GO-JEK ditipu Rp 600 ribu, ambil paket isinya botol bekas
GO-JEK, karya anak bangsa yang bikin pusing Kemenhub