Ini alasan gempa bumi sulit diramalkan kedatangannya
Sebuah gempa bumi dahsyat bisa memicu terjadi gempa bumi lain
Gempa Nepal dengan kekuatan 7,8 skala Richter telah memakan banyak korban jiwa di Negeri Himalaya itu. Beberapa ilmuwan menyatakan bila jumlah korban bisa ditekan bila pemerintah memiliki teknologi untuk memprediksi gempa tersebut. Namun, menurut penelitian Mark Allen, ilmuwan dari Universitas Durham, memprediksi gempa ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Data gempa tidak sempurna
Hingga saat ini, kebanyakan ahli seismologi hanya mengandalkan data gempa yang terjadi sekitar 40 tahun ke belakang untuk memperkirakan kapan terjadinya gempa di masa depan, Gizmodo (29/04). Ini memang bisa membuat mereka meramalkan gempa bumi jauh-jauh hari, tetapi hampir semua data itu tidak sempurna.
Bahkan di negara-negara yang akrab terkena gempa seperti Indonesia, China, dan Iran, catatan data gempa yang cukup sempurna sulit didapat.
Pusat gempa bisa berubah dan 'bertingkah'
Nah, untuk meramalkan gempa, ahli seismologi kerap membuat pola gempa dengan cara menggabungkan umur gempa dengan luas area terdampak. Namun, sekali lagi cara ini belum cukup ampuh untuk memprediksi gempa, sebab pusat gempa bisa jadi berubah strukturnya. Perubahan itu mengakibatkan gempa bumi yang dihasilkan miliki ciri yang berbeda, bisa lebih lemah atau lebih kuat.
Terlebih, kemunculan sebuah gempa kuat dengan kekuatan di atas 6 skala Richter, seperti yang terjadi di Nepal bisa memicu terjadinya gempa-gempa lain. Hal itu diperparah dengan semakin banyaknya patahan dan lempeng bumi yang saling bergeser dari waktu ke waktu.
Baca juga:
Menguak misteri suhu super panas atmosfer matahari
Mirip ninja, 5 hewan ini bisa berjalan di atas air
Ini alasan mengapa Obama dan Mark Zuckerberg tak pernah 'ganti' baju
Bersaudara dengan T-Rex, dinosaurus ini ternyata vegetarian
Jalani ritual kawin, burung ini bisa berjalan di atas air