Industri film porno Amerika 'hilangkan' kondom lewat CGI
Hal ini digunakan untuk mengakali peraturan wajib pakai kondom dalam film dewasa Amerika.
Pada 2012, pemerintah Los Angeles, California, mewajibkan seluruh adegan hubungan intim dalam film dewasa harus mengenakan kondom. Namun, kini hal tersebut mulai bisa diakali oleh para sineas film dewasa tersebut.
Seperti yang dilansir oleh Daily Mail (18/2), Falcon Studios, produsen film dewasa di LA menyatakan telah menggunakan teknologi tertentu dalam dapur editor. Dengan begitu, adegan esek-esek menggunakan kondom yang telah direkam sebelumnya bisa diedit sedemikian rupa demi alasan bisnis. Tujuan editingnya sendiri adalah menghilangkan tampilan kondom dalam film.
Studio itu menggunakan teknik airbrush dan CGI untuk mengakali undang-undang yang dibuat pemerintah setempat. Dengan begitu, film mereka akan menarik sehingga banyak peminatnya.
Teknologi ini sudah digunakan dalam film terbaru mereka California Dreamin’ 1 yang direkam di Los Angeles. Dalam kegiatan pasca produksi, tim editor berhasil menyamarkan bentuk kondom dari organ genital para pemain.
Aturan penggunaan kondom dalam film dewasa sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Kota Los Angeles dalam County of Los Angeles Safer Sex In the Adult Film Industry Act pada tahun 2012. Dalam peraturan ini, seluruh film yang direkam di sana harus menggunakan kondom dalam adegan penetrasi, dan tiap produksi harus memiliki izin sebelum dibuat.
Akibat peraturan ini, banyak studio film dewasa kemudian gulung tikar dan memilih pindah dari LA. Alasannya, konsumen tak suka ada kondom dalam film mereka.
Baca juga:
Kemenkominfo: Orang tua dan guru jangan gaptek
Sensor sidik jari sudah umum, ilmuwan ciptakan sensor bau badan
33 Tim pelajar meriahkan Cyber Defense Competition 2014
Canggihnya pembangkit listrik tenaga surya terbesar sejagat
Rakuten akuisisi Viber senilai USD 900 juta