Indosat incar satu blok pita 2,1GHz
Satu blok pita frekuensi 2,1GHz itu adalah bekas XL yang dikembalikan ke pemerintah
Belum juga dilelang oleh pemerintah, PT Indosat Tbk sudah menyatakan minatnya mengambil satu blok pita frekuensi 2,1GHz bekas XL yang dikembalikan ke pemerintah.
"Kami menginginkan satu blok pita di 2,1Ghz untuk 3G, meski pun saat ini belum digunakan, tapi sepuluh tahun lagi pasti akan bermanfaat bagi Indosat," kata Presdir and CEO Indosat Alexander Rusli, Senin (16/12).
Namun, Indosat enggan mendapatkan blok 12 bekas Axis karena terkena interferensi dengan Smart Telecom dan hanya menginginkan frekuensi di blok 8 saja. "Kalaupun penataan ya kami inginnya yang bebas interferensi," tutur Alex.
Seperti diketahui, persetujuan aksi merger-akuisisi XL dan Axis dibarengi dengan pengambilan dua blok frekuensi di pita 2,1GHz, yaitu satu blok milik XL, dan satu blok milik Axis.
XL sendiri sudah menyatakan akan ikut lelang dan berharap bisa mengambil satu blok frekuensi di pita 2,1GHz untuk layanan 3G. "Kami akan ikut lelang dan mengambil frekuensi XL atau Axis yang dikembalikan," kata Presdir XL Hasnul Suhaimi.
Menkominfo Tifatul Sembiring tidak secara tegas melarang XL untuk ikut tender meski bila menang, maka anak usaha Axiata tersebut dipastikan mendominasi alokasi frekuensi strategis di tanah air. "Kan belum menang, lelangnya sendiri belum mulai," katanya.
Indosat boleh dibilang memiliki frekuensi yang paling lengkap, karena selain memiliki 20MHz di pita 1800MHz, anak usaha Ooredoo itu juga memiliki 10MHz di pita 900MHz dan belum lagi ditambah frekuensi StarOne yang akan segera diselulerkan.(mdk/ega)