Ilmuwan Temukan Spesies Langka Cacing Menyerupai Hantu Kuno Jepang dan Bisa Menyala
Para ilmuwan telah menemukan spesies baru cacing glow in the dark yang mereka beri nama cacing 'api iblis'.
Para ilmuwan telah menemukan spesies baru cacing menyala dikegelapanyang mereka beri nama cacing 'api iblis'. Cacing yang masih satu spesies dengan cacing bulu ini memiliki wujud yang menyerupai hantu kuno rakyat Jepang, itulah mengapa para ilmuwan memberinya nama yang terinspirasi dari nama-nama hantu di Jepang.
Tiga spesies yang baru ditemukan ini diberi nama Polycirrus onibi, Polycirrus aoandon, dan Polycirrus ikeguchii. Mereka ditemukan di perairan dangkal sungai Jepang dengan cahaya ungu kebiruan yang dipancarkan lewat tubuhnya.
Spesies cacing bulu sendiri telah ditemukan sejak 505 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan spesies ini berhasil bertahan hidup melewati 5 peristiwa kepunahan yang berbeda. Dengan demikian, ketiga cacing temuan baru ini termasuk dari keluarga yang pandai bertahan hidup dan tidak perlu diragukan lagi asal usulnya.
Dilansir dari BGR, Rabu (12/4) Temuan cacing ini ditulis dalam makalah yang terbit pada jurnal Royal Society Open Science. Kini peneliti tertarik untuk mencari tahu bagaimana para cacing ini bisa menciptakan penampilan bioluminesensi atau memancarkan cahaya dalam gelap. Penelitian ini nantinya diharapkan mampu mengembangkan jenis bioluminesensi buatan manusia.
Jika para ilmuwan berhasil mempelajari bagaimana makhluk yang berbeda menciptakan bioluminesensinya, harapannya adalah mereka dapat menciptakannya kembali dalam teknologi ilmu kehidupan baru.
Mudah-mudahan, penelitian ini akan terbukti membantu teknologi ilmu kehidupan dan kemajuan medis yang dibuat para ilmuwan. Serta untungnya, cacing yang kali ini akan menjadi objek penelitian tidak berbahaya.
Reporter magang: Safira Tiur Margaretha
(mdk/faz)