LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Ilmuwan Temukan Algoritma Cerdas Pencegah Bunuh diri

Ilmuwan temukan algoritma cerdas pencegah bunuh diri. Bunuh diri ternyata bisa dicegah dengan teknologi. Hal ini dikarenakan para ilmuwan kini sudah memiliki program komputer untuk mengidentifikasi orang dengan pemikiran ingin bunuh diri, berdasarkan pemindaian otak mereka.

2020-08-30 18:41:00
Sains
Advertisement

Bunuh diri ternyata bisa dicegah dengan teknologi. Hal ini dikarenakan para ilmuwan kini sudah memiliki program komputer untuk mengidentifikasi orang dengan pemikiran ingin bunuh diri, berdasarkan pemindaian otak mereka.

Studi kecil ini dianggap penting untuk jadi pengembangan diagnosa berbagai gangguan kesehatan mental.

Melansir The Verge, studi ini dilakukan karena cara memprediksi bunuh diri itu adalah hal yang cukup mustahil. Sementara setiap tahunnya ada 1 juta orang meninggal secara global karena bunuh diri, akhirnya harus ada cara yang ditempuh.

Advertisement

Hal ini dilakukan dengan cara mengamati aktivitas otak dua kelompok orang dewasa, di mana ilmuwan melakukan pemindaian otak atau MRI dan mengklasifikasikannya ke golongan yang punya potensi bunuh diri dan tidak.

Metodenya adalah para relawan disuruh memikirkan kata-kata yang punya relasi ke bunuh diri. Dari situ, Ilmuwan memiliki alogoritma berbasis pembelajaran mesin yang bisa memprediksi seseorang memiliki keinginan bunuh diri atau tidak.

Ilmuwan mengklaim akurasinya 91 persen untuk orang-orang yang punya pemikiran bunuh diri, dan 94 persen untuk orang-orang yang benar-benar telah mencoba bunuh diri sebelumnya.

Advertisement

Studi ini ditulis oleh Marcel Just yang merupakan seorang psikolog dari Carnegie Mellon University.

Just menyebut algoritma ini bisa dikembangkan karena ketika kita memikirkan sesuatu, neuron di otak kita akan menyala dengan cara tertentu juga.

Jadi sebenarnya mendeteksi potensi bunuh diri sebenarnya bisa dilakukan, namun mahal karena pemindaian otak juga tidak murah.

Salah satu kritik dari uji coba ini datang dari pakar ilmu saraf dari University of Toronto, Blake Richards, yang menyebut tes ini kurang cocok untuk diagnosis karena pola aktivitasnya hanya merupakan korelasi, buikan sebab akibat.

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.