LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Huawei Santai Qualcomm Setop Suplai Chip Prosesor

Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengindikasikan perusahaan akan terus mengembangkan chip sendiri untuk mengurangi dampak pemblokiran terhadap produknya. Pernyataannya ini berkaitan dengan pembatasan yang diterapkan AS terhadap Huawei.

2019-05-21 05:00:00
Huawei
Advertisement

Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengindikasikan perusahaan akan terus mengembangkan chip sendiri untuk mengurangi dampak pemblokiran terhadap produknya. Pernyataannya ini berkaitan dengan pembatasan yang diterapkan AS terhadap Huawei.

Dikutip dari Nikkei Asian Review via Liputan6.com, Senin (20/5), Ren bahkan mengungkapkan, Huawei akan baik-baik saja jika Qualcomm dan penyuplai AS lain tidak menjual chip mereka kepada Huawei.

"Kami sudah mempersiapkan untuk ini," tutur Ren.

Advertisement

Unit HiSilicon Technologies Huawei yang mendesain chip prosesor inti, juga pernah menyampaikan hal serupa.

Dalam sebuah surat terbuka beberapa waktu lalu, Presiden Teresa He Tingbo, menulis "Kami telah memprediksi hal ini selama bertahun-tahun, dan kami memang memiliki rencana cadangan".

Lebih lanjut, Ren mengatakan Huawei tidak akan mau diatur oleh pemerintah AS. "Kami tidak akan mengubah manajemen kami sesuai permintaan AS, atau menyetujui pemantauan seperti yang dilakukan ZTE," tuturnya.

Advertisement

Pembatasan AS terhadap Huawei merupakan dampak dari tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok.

Selain itu, smartphone dan peralatan jaringan Huawei dituding dapat digunakan oleh Tiongkok untuk memata-matai warga AS. Huawei sendiri berulang kali membantah tudingan tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan larangan perusahaan di AS bertransaksi dengan Huawei melalui executive order (perintah eksekutif) pada pekan lalu.

Dilaporkan CNBC, executive order ini mengizinkan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, untuk memblokir transaksi yang melibat teknologi informasi dan komunikasi yang memberi ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.