LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

HTC, Sempat Dielu-Elukan Namun Kini Tumbang

HTC, Sempat Dielu-Elukan Namun Kini Tumbang

2019-02-16 12:26:00
HTC
Advertisement

Pasar smartphone dunia kini sedang dikuasai besar-besaran oleh Samsung, Huawei, dan Apple. Xiaomi perlahan tapi pasti tetap membuntuti tiga raksasa tersebut di belakangnya.

Namun tahukah Anda bila dulu, calon penggusur bayang-bayang Samsung dan Apple di dunia teknologi adalah vendor teknologi dari Taiwan: HTC.

Di 2011, HTC adalah pabrikan smartphone terbesar ketiga secara global di bawah Samsung dan Apple. Bahkan, HTC adalah merek smartphone paling mengancam posisi Apple di Amerika Serikat dengan pangsa pasar 24 persen.

Advertisement

Dulu HTC adalah smartphone yang punya konsep berupa smartphone Android yang harganya masuk akal dan setara dengan harganya.

Namun kini, HTC tak lagi berjaya. Pangsa pasar globalnya kini di bawah angka satu persen.

Hal ini menurut analisis dari Phone Arena, dipengaruhi beberapa hal. Diawali dari visi misi HTC di tahun 2012 yang tak ingin membuat smartphone murah lagi, dan mulai memproduksi produk papan atas seperti smartphone flagship.

Advertisement

Di waktu yang hampir bersamaan, HTC ternyata berkomitmen dengan Windows Phone. Seperti yang kita tahu sekarang, Windows Phone popularitasnya turun drastis hingga kini sudah tak ada lagi.

Di tengah keadaan ini, HTC masih tertolong dengan rilisnya HTC One. Jika lupa, HTC One adalah smartphone yang sempat booming dengan desain elegan, RAM besar, dan prosesor bertenaga. Layarnya pun jernih dengan resolusi tinggi dan kala itu juga cukup lebar.

Bahkan, HTC One jadi smartphone paling laris dari HTC hingga sekarang. Meski demikian, angka penjualannya masih jauh di bawah saingan langsungnya ketika itu, yakni Samsung Galaxy S4. HTC One kala itu dilihat sebagai 'kuda hitam' dunia smartphone yang potensinya besar di masa depan.

Sayang, hal ini tak diikuti suksesornya. HTC One M8 justru buruk penjualannya. Faktor utama adalah kamera yang performanya buruk. Bahkan perbandingan langsungnya dengan deretan kompetitor justru memperlihatkan lemahnya sektor fotografi mobile HTC.

Akhirnya, visi misi HTC berubah. Mereka tak ingin lagi mengalahkan Samsung dan Apple, namun ingin sekedar membuat smartphone terbaik yang bisa mereka produksi. Akhirnya HTC One M9 rilis dan penjualannya justru makin memburuk. Hal ini bahkan membuat saham HTC turun 47 persen di 2015.

Di saat yang sama, pertumbuhan deretan smartphone besutan China makin kencang. Xiaomi dan Huawei yang awalnya bermain di segmen entry-level, kini bermain di segmen menengah ke atas, dan juga atas.

Saat ini, masalah HTC makin memuncak. Setelah HTC U12+ rilis tahun lalu, HTC nampak 'tak mampu' memasarkan sendiri smartphone besutannya. Phone Arena menilai manajemen yang buruk dan minimnya pemasaran jadi masalah baru HTC.

Jika Apple dan Samsung mengandalkan pemasaran jor-joran untuk produknya yang memang berkualitas, HTC bahkan tidak memasarkan produknya sendiri yang masih belum diketahui bagus atau tidaknya. Hal ini berkebalikan dengan kondisi mereka di 2012 di mana mereka bisa membayar sang Iron Man Robert Downey Jr. untuk tampil di iklan mereka.

Kini, HTC masih berjuang dengan beberapa produk mumpuni yang diproduksi perusahaannya. Salah satunya adalah headset VR dari lini Vive, yang merupakan produk teratas di kalangan headset VR. Vive sendiri merupakan anak perusahaan dari HTC yang jauh dari hingar bingar kemerosotan divisi asli dari HTC.

HTC sendiri masih punya value yang baik untuk dimanfaatkan. Terbukti Google menghabiskan 1,1 milyar USD untuk mengakuisisi divisi riset dan pengembangan smartphone di HTC, yang jumlah karyawannya ada sekitar 2.000 orang. Divisi mobile dari HTC pun kini telah tereduksi dan produksi smartphone HTC di 2019 akan makin diragukan.

Menurut Anda?

Baca juga:
Perkenalkan iQOO, Anak Perusahaan Baru dari Vivo
Prediksi Suksesnya Samsung Galaxy S10E, Calon Penguasa Flagship Murah!
Smartphone Lipat Samsung Desainnya Mengecewakan?
Oppo K1, Smartphone Dengan Fitur Fingerprint Layar Paling Murah!
Layanan Meme dari Facebook Ditutup Sebelum Meluncur
Harga HP Xiaomi Redmi 2 Prime dan Spesifikasi, Dilengkapi Prosesor Mumpuni
Vivo Dikabarkan Bakal Punya Sub Brand Baru

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.