HTC jadi vendor gadget Android raksasa pertama yang gulung tikar?
Langkah HTC untuk melakukan ekspansi pasar pun disebut terlambat
Tahun ini mungkin adalah tahun terburuk dalam sejarah HTC. Bagaimana tidak, nasib vendor gadget Android raksasa dari Taiwan ini disebut sedang di ujung tanduk akibat terpaan masalah-masalah pelik.
Rugi besar
Yang pertama tentu laporan kerugian yang jumlahnya sangat fantastis, mencapai USD 265 juta atau Rp 3,5 triliun hingga akhir bulan Juni lalu (dan diprediksi terus bertambah). Bahkan, penurunan laba HTC sering disebut berlangsung sejak tahun 2012 lalu.
Menurut Reuters, kerugian HTC itu disebabkan oleh rendahnya daya jual smartphone unggulan mereka yang masuk dalam seri 'One'. Hal itu diperparah dengan tren pembelian smartphone dunia yang terus menurun.
Berbeda dengan tiga atau dua tahun silam, saat ini ratusan juta penduduk Bumi sudah memiliki smartphone. Jadi, sangat sedikit peluang pengguna smartphone lama itu untuk mengupgrade smartphone mereka.
Banyak smartphone murah berkualitas
Terlebih, saat ini banyak vendor-vendor baru yang rela menjual murah produk mereka demi terus bertahan dan berkembang, misalnya Xiaomi. Smartphone-smartphone murah itu juga dipersenjatai dengan spesifikasi unggulan yang membuat alasan untuk membeli smartphone mahal seperti HTC One M9 nyaris hilang.
Pasar semakin terbatas
Pasar smartphone yang bisa menjadi lahan basah HTC pun terus menghilang, misalnya China. Oleh karena itu, pihak HTC dilaporkan sedang berusaha menjadikan India sebagai pasar baru untuk mendulang keuntungan.
Sayangnya, langkah HTC ini sudah didahului oleh vendor lain, seperti ASUS, Xiaomi, dan OnePlus yang ramai-ramai merilis smartphone andalan mereka di negeri Bollywood itu. Bahkan, proyek smartphone Android murah dari Google, Android One juga sudah bergerilya di India.
Sumber pemasukan sedikit
Sejatinya, hal yang lebih membuat nasib HTC mengkhawatirkan adalah tidak adanya sumber pemasukan lain di pabrikan itu selain dari sektor mobile. Berbeda dengan SONY dan LG, meskipun kini kedua vendor raksasa itu terpuruk di sektor gadget Android, mereka masih mempunyai divisi lain yang terus mengalirkan pundi-pundi uang.
Untungnya, HTC diprediksi tidak akan bangkrut atau berhenti membuat smartphone begitu saja. Mereka masih memiliki kerjasama dengan Valve yang mungkin bisa membantu HTC untuk bangkit kembali. Tentu kita tidak ingin HTC bernasib sama seperti Nokia. Sebuah vendor gadget nomor satu yang akhirnya kini menjadi 'penonton' pasca gagal bersaing dan dibeli Microsoft.
Sumber: Engadget, Tech Crunch, Reuters
Baca juga:
Jelang rilis, spesifikasi Redmi 2 Prime terungkap
Wiko pede tahun ini masuk 5 besar penjualan smartphone di Indonesia
Meizu M2 Note, smartphone China Rp 1,9 juta meluncur ke Indonesia
Lenovo akan luncurkan smartphone 21 MP denggan RAM 3 GB
Ini tampilan smartphone Meizu M2 Note