Hari Anak Nasional hentikan dominasi Pilpres 2014 di Google
Isu-isu 'panas' Pilpres 2014 di Google berhenti setelah perayaan Hari Anak Nasional dan agama baru di Indonesia muncul
Minggu ini merupakan masa-masa puncak dari Pemilihan Presiden 2014 yang hampir melibatkan seluruh warga negara Indonesia. Hal serupa ternyata juga terjadi di dunia maya, terbukti Google Trends minggu ini masih didominasi oleh pencarian seputar Pilpres 2104, tetapi itu sebelum dipatahkan oleh sebuah hari peringatan nasional.
Ya, sejak awal minggu ini masyarakat Indonesia tengah intense memantau berita-berita yang berhubungan dengan Pilpres 2014 termasuk Capres dan Cawapres yang tergabung di dalamnya. Bahkan ketika salah satu calon mengumumkan kabar tak terduga menjelang diumumkannya hasil pemilu, empat besar dalam daftar pemuncak Google Trends langsung diisi oleh topik seputar pemilu.
Tren ini berhenti setelah pada peringatan salah satu hari nasional sehari setelah pengumuman hasil Pilpres Nasional oleh KPU. Google pun cukup membantu dengan menampilkan hari nasional ini di salah satu Doodle search engine-nya.
Berikut adalah 4 topik yang paling sering dicari di laman search engine Google minggu ini.
Hasil Kpu Pilpres 2014
Tak salah lagi, topik ini menjadi topik yang paling dicari oleh netizen di Google minggu ini. Setelah menanti selama berminggu-minggu sejak pencoblosan pada tanggal 9 Juli kemarin, rakyat Indonesia terus memantau siapa capres yang terpilih menjadi orang nomor 1 di Indonesia.
Setelah rapat pleno pengumuman hasil Pilpres 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli kemarin, pasangan Jokowi - JK memenangkan Pilpres dengan perolehan suara 53,5 persen, mengungguli pasangan Prabowo - Hatta yang mengukir 46,85 persen suara. Alhasil, tidak hanya topik 'Hasil Kpu Pilpres 2014' saja yang melejit, topik 'Pemenang Pilpres 2014' pun menjadi salah satu yang paling sering di cari lewat Google.
Selain itu, para TV Online penyedia layanan streaming yang menawarkan nonton online gratis rapat pleno KPU pun ikut unjuk gigi dan menjadi salah satu pemuncak Google Trends. Hal ini secara tak langsung menunjukkan perubahan kebiasaan warga Indonesia yang mulai beralih ke TV Online dan meninggalkan TV konvensional.
Hari Anak Nasional
Mungkin tidak ada yang mengira bila fenomena Pilpres 2014 bisa langsung meredup di Google tepat sehari setelah pengumuman hasil Pilpres oleh KPU. Uniknya, topik yang mengalahkan gelombang kuat pilpres kali ini adalah topik 'Hari Anak Nasional' yang diperingati tanggal 23 Juli kemarin.
Google pun tak lupa ikut menyemarakkan Hari Anak Nasional Indonesia dengan membuat Google Doodle khusus yang menampilkan mainan lama anak Indonesia, congklak. Permainan ini diharapkan bisa mewakili image anak Indonesia yang selalu aktif bermain dan ceria.
Di sisi lain, doodle bergambar congklak juga bisa dijadikan sarana untuk mengingat dan melestarikan kembali mainan-mainan 'tempoe doeloe' yang mulai hilang akibat kehadiran mainan berbasis teknologi canggih seperti konsol game atau smartphone.
Agama Baha I
Setelah fenomena Hari Anak Nasional, Google kembali dikejutkan oleh fenomena agama baru di Indonesia, yakni agama Baha'i. Agama yang mensyaratkan salat sehari sekali dan berkiblat di salah satu gunung di Israel ini menjadi salah satu topik 'most wanted' di Google Trends.
Bahkan Menteri Agama RI yang baru, Lukman Hakim Saifuddin, pun tengah melakukan kajian terhadap agama ini untuk menentukan kredibilitasnya sebagai agama baru di Indonesia.
Banyaknya netizen Indonesia yang mencari informasi agama Baha'i di Google tak lepas dari kontroversi yang dibawanya. Selain berkiblat di Israel, penganut agama ini menganjurkan penganutnya untuk berpuasa 17 hari. Salah satu kasus yang berhubungan dengan agama Baha'i pernah terjadi di Tulungagung pada tahun 2009 yang lalu. Aksi penolakan warga terjadi akibat anggapan ritual Baha'i yang menyesatkan.
Prabowo Ke Mk
Setelah mengumumkan penolakan hasil pilpres dan memutuskan menarik diri dari segala proses Pemilihan Presiden 2014, Capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menjadi topik buruan di Google.
Search engine Google pun semakin memanas ketika pihak Prabowo - Hatta mendaftarkan gugatan Pilpres 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (25/07) kemarin. Pengajuan gugatan hasil pilpres masuk ke MK setelah kubu Prabowo mengaku menemukan kecurangan di 52.000 TPS se-Indonesia.
Namun kontroversi yang mengakibatkan netizen mencari informasi tambahan di Google terjadi akibat pihak Bawaslu menegaskan bila gugatan Prabowo - Hatta terhadap hasil pemilu tidak didasari dari hasil rekapitulasi yang transparan. Bahkan Mahfud MD selaku mantan Ketua Pemenangan Prabowo - Hatta pun mengaku bila dirinya tidak tahu soal hasil rekapitulasi internal kubunya yang kabarnya dilakukan oleh PKS.