Fintech Disebut Punya Peran Penting Atas Melejitnya Transaksi E-commerce saat Pandemi
Data Bank Indonesia mencatat peningkatan volume transaksi belanja di e-commerce yang dilakukan sebanyak 383,5 juta kali pada kuartal II 2020. Jumlah itu naik 39,05 persen dibanding dengan kuartal I 2020 yang sebesar 275,8 juta kali.
Data Bank Indonesia mencatat peningkatan volume transaksi belanja di e-commerce yang dilakukan sebanyak 383,5 juta kali pada kuartal II 2020. Jumlah itu naik 39,05 persen dibanding dengan kuartal I 2020 yang sebesar 275,8 juta kali.
Hal ini disebabkan adanya penambahan pengguna baru, yang tadinya tidak berbelanja di e-commerce. Ini membuktikan peran ekosistem digital yang semakin solid di tengah pandemi, terlebih dalam turut menjaga daya beli masyarakat.
Tak hanya itu saja, menurut General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani, peningkatan dan penambahan pengguna baru dipengaruhi juga dengan kolaborsi e-commerce dan fintech yang disebut-sebut mampu mendongkrak nilai rata-rata pembelian dan frekuensi transaksi.
"Kemudahan akses serta opsi pembayaran secara berkala yang ditawarkan fintech diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, sehingga menjadi stimulus pemulihan ekonomi nasional, terlebih di tengah pemberlakuan PSBB di ibukota. Oleh karena itu, kolaborasi inovasi e-commerce dan fintech harus terus ditingkatkan guna membangun ekosistem digital yang semakin solid," ujar Lily dalam keterangan persnya, Rabu (23/9).
Lebih lanjut, Lily mengatakan, dengan adanya pergeseran kebiasaan masyarakat dari belanja offline menjadi online, menjadi krusial bagi para pelaku industri untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan pola perilaku konsumen.
Perilaku Konsumen dari Sisi Gender
Salah satu contohnya, seperti yang ditemukan oleh riset Kredivo dan Katadata Insight Center, bahwa pengaruh gender dalam hal loyalitas maupun rata-rata transaksi. Sebanyak 33 persen konsumen perempuan cenderung bertahan di satu marketplace dibandingkan konsumen pria yang hanya sebesar 15 persen.
Namun, di sisi lain, perempuan memang lebih sering berbelanja, tetapi pria mengeluarkan uang lebih banyak. Rata-rata transaksi perempuan dalam satu tahun mencapai 26 kali, lebih tinggi dari pria, yaitu sebanyak 14 kali. Namun dalam hal nilai transaksi, pria mengeluarkan uang 83 persen lebih banyak dalam satu kali transaksi dibandingkan perempuan.