LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Facebook salah satu media sosial yang bandel

Facebook salah satu media sosial yang bandel. Sebagai jejaring media sosial yang harus tunduk pada aturan, Facebook ternyata salah satu yang bisa dibilang bandel menurut statistik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

2018-04-07 09:34:00
Skandal Facebook
Advertisement

Sebagai jejaring media sosial yang harus tunduk pada aturan, Facebook ternyata salah satu yang bisa dibilang bandel menurut statistik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Maksudnya, penindakan Facebook terhadap konten yang tak sesuai dengan aturan di Indonesia tidak memenuhi ekspektasi. Ini terkait konten hoax yang sering berseliweran di media sosial besutan Mark Zuckerberg. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

"Saya harus sampaikan bahwa media sosial itu enggak kooperatif-kooperatif amat. Dari sembilan penyedia platform, tiga di antaranya hanya memenuhi 50 persen permintaan dari pemerintah (soal pengelolaan konten)," kata pria yang akrab disapa Chief RA di kantornya, Gedung Kemkominfo, Jakarta, Kamis (5/4).

Advertisement

"Dari 9 platform media sosial maupun messenger, 3 di antaranya kurang kooperatif. Facebook itu masuk yang tak patuh. Sementara ada dua lagi yang besar-besar," tambahnya.

Sembilan platform yang dimaksud antara lain, Facebook +Instagram, Twitter, Google+YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan Metube. Untuk diketahui, informasi mengenai performa pelaku penyedia layanan over-the-top ini dibagi dalam tiga penilaian, yakni permintaan penurunan (requested), jumlah yang dipenuhi (fullfilled), dan tingkat penanganan (outstanding).

"Semakin kecil nilai outstanding-nya (mendekati 0), artinya semakin baik penanganan konten negatifnya," tutur Rudiantara saat pemaparan Maret lalu.

Advertisement

Facebook sendiri memiliki tingkat outstanding42 persen. Jumlah itu merupakan rata-rata dari laporan tahun 2016 dan 2017. Untuk tahun 2016, raksasa media sosial itu memiliki nilai outstanding yang cukup tinggi, hingga 50 persen. Sementara di 2017, nilainya berangsur turun menjadi 34 persen.

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.