LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Dokumen drone Angkatan Udara AS bobol dijual hacker

Dokumen drone Angkatan Udara AS bobol dijual hacker. Hacker tersebut mempublikasikan tangkapan layar dari apa yang ia dapat ke forum peretasan. Melalui penyelidikan selama berminggu-minggu, analis menentukan bahwa dokumen yang dijual itu adalah asli.

2018-07-12 12:40:33
Hacker
Advertisement

Baru-baru ini, seorang hacker kedapatan menjual buku panduan perawatan pesawat drone yang digunakan oleh Angkatan Udara milik Amerika Serikat. Dilansir The Verge via Liputan6.com, Rabu (11/7), perusahaan teknologi internet yang bernama Recorded Future mendapati seseorang berusaha menjual dokumen militer di dark web.

Sebagai bukti peretasan dan dokumen yang dijual asli, hacker tersebut mempublikasikan tangkapan layar dari apa yang ia dapat ke forum peretasan. Melalui penyelidikan selama berminggu-minggu, analis menentukan bahwa dokumen yang dijual itu adalah asli.

Diketahui, pelaku mampu mendapatkan dokumen tersebut melalui celah keamanan FTP di routerNetgear yang terpasang di pangkalan udara Creech. Pada 2016, peneliti keamanan siber menemukan kerentanan serupa pada router Netgear yang dapat diakses hacker dari jarak jaur (remote).

Advertisement

Setelah berhasil mendapatkan akses ke router, hacker dapat menyusup ke komputer milik kapten dan mencuri cache dokumen sensitif. Saat masuk, mereka mengambil buku manual pemeliharaan pesawat drone dan daftar penerbangan pilot yang ditugaskan ke unit drone Reaper di pangkalan.

"Meskipun buku-buku semacam itu tidak diklasifikasikan sebagai materi rahasia, di tangan yang salah berpotensi membocorkan informasi salah satu pesawat paling canggih ke musuh," kata Recorded Future.

Selain dokumen Reaper, hacker ini juga mencuri sejumlah dokumen militer lain yang tampaknya berasal dari pejabat Angkatan Darat AS atau Pentagon. Dokumen itu termasuk lebih dari lusinan manual latihan dan beberapa takti peleton tank. Hingga saat ini, pihak militer masih belum menentukan sejauh mana aksi peretasan tersebut terjadi. Mereka berjanji akan menyelidiki serangan itu.

Advertisement

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Yuslianson

Baca juga:
Bekas sidik jari di smartphone bisa jadi cara peretasan baru
Bahas IT, KPU duduk bareng Menkominfo dan Cyber Crime Polri
Bareskrim ungkap peretas website Bawaslu
Sebelum beraksi, Cakil sempat peringatkan Bawaslu situs bisa di-hack
Cakil, hacker situs Bawaslu sebut website resmi pemerintah gampang diretas

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.