LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Digitalisasi Kebudayaan: Perkenalkan Kekayaan Budaya Bangsa ke Dunia di Ruang Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar webinar bertajuk “Digitalisasi Kebudayaan di Era Digital". Webinar ini diikuti oleh kelompok masyarakat dari berbagai komunitas digital di DKI Jakarta dan Banten, kemarin (21/10).

2022-10-23 09:16:53
Internet Indonesia
Advertisement

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar webinar bertajuk “Digitalisasi Kebudayaan di Era Digital". Webinar ini diikuti oleh kelompok masyarakat dari berbagai komunitas digital di DKI Jakarta dan Banten, kemarin (21/10).

Perkembangan teknologi dan ruang digital memudahkan kita untuk mengakses dan mendapatkan informasi dari belahan negara mana pun. Selain sumber informasi tanpa batas, ruang digital juga menjadi sarana penyebaran budaya suatu bangsa. Hal ini harus dimanfaatkan untuk mengenalkan keberagaman budaya bangsa ke masyarakat dunia ewat platform dan media digital. Kontennya dapat berupa teks, video dan audio.

Founder Yayasan Mimpi Besar Indonesia Robinson Sinurat mengatakan, ruang digital saat ini memiliki pengaruh positif terhadap kebudayaan.

Advertisement

“Digitalisasi kebudayaan merupakan konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama hal pengelolaan, dokumentasi, penyebarluasan dan pengetahuan," kata Robinson dalam rilisnya, kemarin.

Katanya, sebagai pengguna ruang digital, kita harus memperkenalkan kebudayaan bangsa yang beragam ke dunia. Bangsa kita dikenal memiliki budaya yang beragam baik kesenian, bahasa maupun permainan daerah.

"Karena itu kita harus mengenalkannya ke masyarakat dunia lewat media digital, buat konten yang bisa mempromosikan dan mengenalkan budaya nasional," ujarnya.

Advertisement

Vivid D Sambas, Ketua Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), berpendapat kita memiliki modal besar dalam digitalisasi kebudayaan. Bangsa kita terdiri atas suku dan etnis beragam di ribuan pulau.

"Ini menjadi sumber konten dalam mengenalkan budaya dari setiap daerah di ruang digital agar bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia," katanya.

Dia juga mengajak pengguna ruang digital untuk merekam setiap jejak kebudayaan bangsa agar terus berkembang dan tidak hilang ditelan zaman. Kita bisa berperan menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan produksi konten budaya di sekitar. Jika tidak bisa memproduksi, kita dapat berpartisipasi dalam distribusi konten dengan membagikan konten budaya yang diproduksi orang lain.

Ketua Program Studi Public Relations Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Rini Darmastuti mengimbau pengguna ruang digital untuk menjaga etika.

“Kita harus etis di ruang digital karena kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai kultural. Setiap warganet berpartisipasi dalam berbagai hubungan dengan banyak orang melintasi geografis dan budaya," katanya.

Karena itu, kita harus menjaga identitas diri dan identitas bangsa Indonesia di ruang digital. Mari tunjukkan keberadaan dan eksistensi budaya bangsa yang sopan dan etis di ruang digital. Lindungi jati diri bangsa dan negara dari tantangang globalisasi serta menjaga eksistensi negara dalam hubungan internasional di ruang digital, jelas Rini.

Kemenkominfo RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Menurut riset We Are Social Hootsuite per Februari 2022, Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet dengan pengguna media sosial aktif mencapai 191,4 juta.

Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level “sedang” dengan skor 3,49. Pengukuran dengan Kerangka Indeks Literasi Digital 2021 ini menggunakan empat pilar, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital.

Karena masih berada di level “sedang”, Kemenkominfo bersama GNLD melakukan berbagai kegiatan seperti webinar untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.