Demi Bersaing, Samsung Bakal Pangkas 1.000 Karyawan?
Samsung Electronics pernah merajai pasar smartphone India. Namun, dalam beberapa tahun, hal tersebut berubah drastis setelah banyaknya vendor smartphone Tiongkok masuk.
Samsung Electronics pernah merajai pasar smartphone India. Namun, dalam beberapa tahun, hal tersebut berubah drastis setelah banyaknya vendor smartphone Tiongkok masuk.
Oleh karena itu, untuk memangkas beban biaya, vendor smartphone asal Korea Selatan itu berencana untuk memangkas 1.000 karyawannya di India. Demikian sebagaimana dikutip dari Gizmochina via Liputan6.com (6/7).
Selain mengurangi jumlah karyawan, Samsung juga akan memangkas harga untuk produk smartphone dan televisinya.
Perusahaan juga akan melakukan PHK terhadap 150 karyawan Samsung yang ada di divisi smartphone dengan tenggat waktu hingga Oktober 2019.
Pemutusan hubungan kerja ini berlaku pada sebagian karyawan bidang penjualan, pemasaran, riset dan pengembangan, manufaktur, keuangan, hingga HRD.
Sejauh ini, Samsung telah memberikan mandat kepada tiap kepala divisi untuk melaporkan karyawan yang performanya buruk atau tak memenuhi target.
Samsung diperkirakan memiliki 20.000 karyawan di India. Menurut informasi, kantor pusat telah menyetujui keputusan PHK di Samsung India tersebut. Perusahaan kini fokus menghasilkan pertumbuhan laba di India.
Juru bicara Samsung India menginsyaratkan bahwa Samsung berkomitmen untuk India dan terus berinvestasi secara signifikan di seluruh bisnisnya di India.
"Selama satu tahun terakhir, kami membuat 2.000 lapangan kerja baru di Samsung. Bisnis Samsung di India terus bertumbuh dan meningkat. Oleh karena itu, kami akan mempekerjakan lebih banyak bakat di seluruh bisnis sepanjang tahun," kata juru bicara tersebut.
Juru bicara juga mengatakan, seiring dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, kami terus menyelaraskan sumber daya, sesuai prioritas bisnis untuk membuat bisnis lebih kuat dan efisien guna kesuksesan jangka panjang.
"Mengenai bisnis, dengan produk-produk baru di seluruh kategori, kami dapat mengkonsolidasikan pangsa pasar kami lebih lanjut. 2019 akan menjadi tahun yang penting bagi perusahaan," katanya.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani
(mdk/faz)