Data Pelanggan Bocor, Apa Risikonya Bagi Pemilik Data?
Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan Siber Vaksincom mengatakan jika terjadi kebocoran data, yang paling menderita adalah pemilik data dan bukan pengelola data.
Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan Siber Vaksincom mengatakan jika terjadi kebocoran data, yang paling menderita adalah pemilik data dan bukan pengelola data.
"Pengelola data paling banter hanya mendapat malu, dianggap tidak kapabel. Tetapi pemilik data yang harus menanggung akibat dari kebocoran data," ungkap Alfons dalam keterangannya, Selasa (23/8).
Dengan demikian, maka membuat publik bertanya-tanya tentang risiko dari kebocoran data bagi pemilik data. Lalu, apa risikonya?
Alfons mengatakan, banyak hal yang harus dikhawatirkan pemilik data bila terjadi kebocoran identitas. Pertama, dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang rekayasa sosial phishing yang menyasar pemilik data.
"Penipu memalsukan diri sebagai customer service bank meminta kredensial transaksi untuk mencuri dana nasabah," ungkap dia.
Kedua, data yang bocor digunakan untuk mempermalukan pemilik data. Contohnya jika ada pengguna internet yang dari data browsingnya memiliki penyakit tertentu yang sifatnya rahasia, kecenderungan seksual yang menyimpang, berkunjung ke situs porno atau hal lain yang sifatnya sangat pribadi dan rahasia.
"Ketiga, data yang bocor mengandung informasi penting seperti data kependudukan, bisa digunakan untuk membuat KTP bodong dengan blangko KTP membuat KTP palsu dan lalu melakukan tindak kejahatan menggunakan KTP tersebut. Pemilik data yang bocor ini akan menjadi korban dan berurusan dengan pihak berwajib," jelasnya.
Lalu, berkaca dari kejadian Cambridge Analitica, data yang bocor digunakan untuk profiling korban dan menjadi sasaran iklan atau algoritma untuk merubah pandangan politiknya dan hal ini terbukti mengakibatkan kekacauan politik seperti yang terjadi di Amerika, Brexit dan Arab Spring.
"Jadi sekali data bocor dan keluar dari server, maka data tersebut akan dapat dikopi berulang-ulang dan sekalipun penyebab kebocoran data sudah ditambal, data yang sudah bocor tersebut sudah tidak bisa dikembalikan lagi ke server dan akan berada di internet selamanya," terang dia.
(mdk/faz)