Data center krusial bagi bisnis e-commerce
Data center krusial bagi bisnis e-commerce. Tiga e-commerce pada Rabu (1/3) tumbang secara bersamaan. E-commerce itu adalah Tokopedia, Bukalapak, dan JD.id. Tak bisa diaksesnya ketiga e-commerce tersebut kabarnya karena data center mereka bermasalah. Hal itu diketahui dari cuitan akun Twitter resmi Tokopedia.
Tiga e-commerce pada Rabu (1/3) tumbang secara bersamaan. E-commerce itu adalah Tokopedia, Bukalapak, dan JD.id. Tak bisa diaksesnya ketiga e-commerce tersebut kabarnya karena data center mereka bermasalah. Hal itu diketahui dari cuitan akun Twitter resmi Tokopedia.
"[INFO TOPPERS] Team Tokopedia dan Team Mitra Data Center kami sedang bekerja keras untuk bisa kembali melayani para pelanggan kami," tulis @tokopedia.
Namun saat ini, ketiga situs e-commerce itu kini sudah bisa diakses. Persoalan ini pun memantik perhatian dari Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA). Ketua Umum idEA, Aulia E. Marinto mengatakan, dengan kejadian itu menandakan bahwa masih besarnya tantangan untuk menunjang bisnis e-commerce.
"Kejadian ini menunjukkan bahwa masih besar tantangan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur penunjangan bisnis ecommerce Indonesia," kata dia kepada Merdeka.com melalui aplikasi perpesanan, Jumat (3/3).
Meski begitu kejadian tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti oleh perusahaan e-commerce terkait. Pihak idEA sendiri tidak akan mencampuri urusan ketiga e-commerce tersebut terkait masalah data center.
"Tidak karena ini case nya B2B," singkat Aulia.
Kerugian
Tak bisa diaksesnya ketiga situs e-commerce itu, sudah pastinya menuai kerugian. Namun belum diketahui berapa nilai dari kerugian tersebut. Menurut Head of Corporate Communications & Public Affairs, JD.id, Teddy Arifianto, saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi internal untuk menghitung kerugian dari seluruh sisi baik teknis maupun non teknis.
"Kami belum bisa memberikan estimasi karena masih melakukan konsolidasi internal. Dan kami akan melakukan koordinasi lebih jauh dengan mitra Data Center juga. Biar solusinya 2 arah," katanya dalam pesan singkat, Jumat (3/3).
"Saya yakin yang lain (Tokopedia dan Bukalapak) juga masih konsolidasi terkait persoalan ini," tambahnya.
Sementara itu, CEO Telkomsigma, Judi Achmadi pun berkomentar terkait peristiwa yang menimpa tiga e-commerce besar tanah air. Kata Judi, kerugian pasti akan ada dan menjadi pertaruhan reputasi bagi pemilik Data Center.
"Secara umum ada hikmahnya, orang jadi tahu krusialnya data center. Kalau di kami, bisa disebut always on karena ada tiga data center. Bila satu mati, digantikan dengan satunya lagi sebagi back up. Namun, bila yang kedua mati ada yang ketiga," terangnya saat media gathering Kamis (2/3) kemarin.
Baca juga:
Sarjana teknik ini keluar dari pekerjaan dan sukses berdagang
Tiga situs e-commerce ini tak bisa diakses
Begini cara Tokopedia dukung less cash society
Unilever punya akun resmi di Tokopedia
OLX ubah tampilan: Tujuannya bukan soal monetisasi
Mobil Ferrari pun laris setelah dipajang di lapak online
Nilai transaksi OLX tiap bulan mencapai Rp 31 triliun