Dapatkah Samsung berjaya tanpa Android (Google)
Apabila Samsung dapat berjaya di tahun 2012, dapatkah mereka mengulanginya di tahun 2013 tanpa Android?
Selama ini, mayoritas produk Samsung dioperasikan dengan operating system Android di dalamnya. Apabila tidak ada Android, dapatkah Samsung seterkenal saat ini?
Tahun 2012 adalah tahun di mana perusahaan asal Korea Selatan, Samsung, berhasil mendulang keuntungan besar. Hal tersebut diikuti oleh Apple di peringkat kedua. Keberhasilan Samsung melejit ke puncak pasaran smartphone dunia juga tidak lepas dari campur tangan Google sebagai pembesut Android.
Dengan menggunakan operating system Android di dalam mayoritas perangkatnya, Samsung berhasil mengalahkan banyak kompetitor dengan produk berbasis OS yang berbeda bahkan yang juga menggunakan Android.
[Android keluar sebagai pemenang di tahun 2012]
Ironisnya, walaupun sudah memiliki operating system sendiri, Samsung terkesan lebih memberikan porsi support lebih kepada produk Android mereka daripada ke perangkat berbasis Bada OS milik mereka sendiri.
Seperti yang dilansir BGR (31/12/2012), walaupun sudah mempunyai UI dan aplikasi sendiri, namun ketergantungan Samsung terhadap Android (Google) tetap tidak dapat terelakkan. Samsung selalu berusaha menjadi vendor pertama yang akan menggunakan Android versi terbaru.
Apabila dibandingkan dengan Apple yang mempunyai dan menggunakan operating system mereka sendiri, kalau boleh lebih obyektif, maka perusahaan Cupertino itulah yang seharusnya menyandang gelar pertama dalam market share smartphone dunia.
Memang dari segi pemasaran, market share Apple jatuh ketika mendekati tutup tahun 2012 kemarin dan Samsung terus menanjak. Namun, Apple tetap berjuang dengan segenap kemampuan yang mereka miliki tanpa bergantung pada pihak lain.
Di tahun 2013 ini, tanpa Google dan Android, apakah Samsung akan tetap dapat mempertahankan tahtanya di puncak pasar smartphone?