Cuaca akan makin memburuk di masa mendatang
Musim panas pun akan sedikit lebih lembap dibanding biasanya.
Saat ini sebagian wilayah Amerika Serikat dilanda dingin yang teramat sangat sedangkan Australia diterjang hawa panas yang berlebih. Namun, kemungkinan kondisi tersebut akan memburuk di masa yang akan datang.
Seperti yang dilansir oleh Telegraph (19/1), para peneliti yang menganalisis Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), sebuah arus hangat di Samudera Atlantik Utara, telah menurun aktivitasnya hingga 15 persen dalam 10 tahun terakhir. Pelemahan ini sendiri diperkirakan akan terus berlanjut.
Padahal, AMOC berpengaruh untuk menentukan iklim di Eropa. Dengan melemahnya aktivitas arus tersebut, maka musim panas di Eropa pun diperkirakan akan sedikit lembap.
Namun begitu, hal ini justru memberikan berkah bagi warga di Amerika Utara sebab risiko terciptanya badai makin berkurang. Selain itu, dengan kelembapan yang terjaga hingga pertengahan tahun, maka potensi kekeringan pun bisa terhindarkan.
Temuan ini sendiri mirip dengan yang dijelaskan pada film The Day After Tomorrow. Dalam film tersebut, dijelaskan bagaimana AMOC melemah dan kemudian menyebabkan bumi bagian utara dilanda zaman es parah.
Baca juga:
Akibat polar vortex, Danau Michigan dipenuhi 'bakso'
Keindahan air terjun Niagara yang membeku terkena Polar Vortex
Cuaca ekstrem, air terjun Niagara membeku
Air terjun Niagara membeku
Polar Vortex, hawa dingin yang bekukan separuh Amerika Serikat