China-Vietnam tegang, Foxconn terpaksa tutup pabrik di Vietnam
Ketegangan antara China dan Vietnam ikut mempengaruhi penutupan sementara pabrik Foxconn di Vietnam
Ketegangan di laut China selatan yang melibatkan tiga negara sekaligus, China, Vietnam, Taiwan telah menimbulkan kerusuhan masal yang berujung pada ditutupnya salah satu pabrik milik Foxconn di salah satu negara-negara tersebut.
Perusahaan asal China yang juga merupakan rekanan utama Apple ini terpaksa menutup sementara pabriknya dengan alasan semakin menurunnya keamanan para pegawai. Foxconn pun memberi jatah libur selama tiga hari dimulai pada hari Sabtu kemarin.
Aksi kekerasan masal yang ini dipicu oleh aksi 'egois' China yang memulai penambangan minyak di lepas pantai laut China Selatan. Padahal daerah tersebut juga diklaim sebagai milik Vietnam dan Taiwan. Akibatnya, para demonstran pun mulai mengadakan perusakan pabrik-pabrik di dekat ibukota, Ho Chi Minh City.
Seperti yang dikabarkan oleh Apple Insider (16/5), para demonstran memang memfokuskan penyerangan pada pabrik-pabrik yang dimiliki oleh perusahaan asing. Setelah sebelumnya, perusahaan seperti Nike, Adidas, hingga Walmart juga terpaksa menutup pabrik mereka di Vietnam akibat aksi-aksi penyerangan yang kian parah.
Sebagai pemasok dan perakit utama handset Apple, Foxconn telah berperan penting dalam produksi iPhone dan iPad. Tentunya, penutupan sementara pabrik di Vietnam ini akan mempengaruhi produktifitas perangkat Apple untuk daerah Asia Tenggara.
(mdk/bbo)