CEO Facebook: Kami membuat kesalahan besar
CEO Facebook: Kami membuat kesalahan besar. Ini adalah pelanggaran kepercayaan Kogan, Cambridge Analytica, dan Facebook. Tetapi itu juga merupakan pelanggaran kepercayaan antara Facebook dan orang-orang yang berbagi data mereka dengan kami yang diharapkan dapat melindunginya.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa maka kami tidak layak untuk melayani Anda. Saya telah bekerja untuk memahami apa yang terjadi dan bagaimana memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi. Tapi kami juga membuat kesalahan, masih ada lagi yang harus dilakukan, dan kami harus memperbaikinya."
Itulah yang diungkapkan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg setelah bungkam terkait kasus kebocoran data 50 juta pengguna untuk kampanye Trump tahun 2016 lalu.
Perusahaan, Cambridge Analytica dilaporkan menerima data dari seorang profesor Universitas Cambridge dari Rusia-Amerika (Aleksandr kogan) yang awalnya hanya akan menggunakan data tersebut untuk penelitian.
CEO Cambridge Analytica - Alexander Nix, ditangguhkan oleh perusahaan setelah tertangkap oleh cctv yang mengatakan kepada wartawan yang menyamar bagaimana dia dapat merusak reputasi politisi menggunakan trik kotor. Dia juga bertanggung jawab atas kemenangan Trump yang 'menyedihkan' dalam pemilihan Presiden AS tahun 2016 lalu.
Dan kemarin (21/3), Zuckerberg mengakui bahwa Facebook membuat kesalahan lewat ungkapan di atas. Dia memperkenalkan rencana tiga titik untuk memastikan bahwa Facebook tidak akan lagi bermain cepat dan longgar dengan data pribadi pelanggan. Langkah pertama adalah peluncuran investigasi yang akan memeriksa semua aplikasi dengan akses ke data pengguna sebelum Facebook mempeketat akses tersebut pada tahun 2014. Kedua, aplikasi sekarang akan dibatasi untuk mendapatkan nama seseorang, alamat email, dan hanya foto profil. Terakhir, Facebook akan mengeluarkan alat yang akan dapat mengakses data mereka. Pelanggan akan dapat menarik akses itu dan mencegah aplikasi apa pun yang dia pilih, dari kemungkinan kecolongan data pribadi.
"Ini adalah pelanggaran kepercayaan Kogan, Cambridge Analytica, dan Facebook. Tetapi itu juga merupakan pelanggaran kepercayaan antara Facebook dan orang-orang yang berbagi data mereka dengan kami yang diharapkan dapat melindunginya. So, kami harus memperbaikinya sekarang," lanjut Mark Zuckerberg.
Baca juga:
3 Bahaya di Facebook yang sering dianggap remeh
Negara-negara ini pernah pakai jasa Cambridge Analytica, termasuk Indonesia
5 Fakta mengejutkan dari kebocoran data pengguna Facebook, termasuk rugi triliunan
Ini dia orang di balik kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook
Menkominfo sebut akan surati Facebook terkait kebocoran data pengguna