Carousell jajal pasar e-commerce Indonesia
Strateginya dengan menyasar komunitas, menggandeng 30 sekolah tinggi di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya
Tahukan Anda tentang situs market place Carousell? Namanya memang belum familiar di telinga dan tergolong baru di Indonesia. Tapi di Singapura, situs e-commerce yang berkonsep mobile first tersebut, menjadi idola di kalangan remaja dan kaum muda sebagai tujuan online shopping.
Carousell masuk ke Indonesia, juga lantaran karena pasar negeri ini begitu menggiurkan. Namun, karena begitu mengerti persaingan yang ketat di Indonesia, Carousell punya strategi menembus market Indonesia.
“Saya pikir, fokus di Indonesia itu yang penting tumbuh dulu dan menyasar komunitas. Karena kami punya program Campus Ambasador. Jadi, untuk mempromosikan melalui media massa konvensional, nanti dulu,” ujar Carousell Vice President of International, Chai Jia Jih saat bertemu dengan beberapa media di Jakarta, Selasa (8/3).
Kata dia, strateginya melalui program Campus Ambasador tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap produk dan tentunya berujung pada memengaruhi rekannya untuk menggunakan Carousell saat membeli dan berjualan melalui online. Strateginya itu, menggandeng 30 sekolah tinggi di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.
Ke depan, tak hanya fashion saja, namun mengembangkan barang-barang yang lain. Meski begitu, Ia mengakui tahun ini belum ada target khusus yang telah direncanakan.
“Belum ada target. Kita mau lihat perkembangannya dulu,” jelasnya.
Baca juga:
Alfamart sedang persiapkan diri jadi pemain market place
Bos OLX ditanya soal pesaing: Kami masih yang tercepat!
Materai 6.000 dijual Rp 2.000, Tokopedia sebut penyalahgunaan sistem
Disuntik USD 5 juta dari MNC Group, KerjaDulu tegaskan bakal agresif
Soal e-commerce, Menkominfo harap Indonesia tak hanya jadi pasar
Tahun 2016, Bhinneka.com siapkan dana Rp 100 miliar untuk beriklan
Industri e-commerce sambut baik perekonomian digital