LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Cahaya dapat kembalikan semua memori otak?

Optogenetics dengan menggunakan cahaya adalah metode baru untuk mengembalikan semua ingatan manusia.

2012-04-04 06:00:00
teknologi
Advertisement

Banyak film-film Hollywood yang mempunyai alur cerita tentang mesin waktu atau hal-hal yang berhubungan dengan waktu. Baru-baru ini terdapat satu kelompok neuroscientist yang mencoba menemukan jawaban dari pertanyaan, "Dapatkah neurons menjadi pemicu untuk mengembalikan semua memori otak?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka sekelompok ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan beberapa riset dan berhasil menyimpulkan bahwa untuk mengembalikan memori atau ingatan dalam otak dapat dilakukan dengan cara memberikan  rangsangan terhadap beberapa neurons dengan cara memberikan penyinaran atau dengan menggunakan cahaya.

Mereka menyebut cara untuk mengaktifkan memori dalam otak dengan menggunakan cahaya tersebut dengan nama optogenetics. Untuk lebih memaksimalkan penelitian ini, para ilmuwan tersebut lebih memfokuskan untuk meneliti salah satu bagian di otak yang diberi nama hippocampus atau tempat menyimpan semua memori, untuk belajar, dan untuk mengingat sesuatu. Mereka mencoba memasukkan plasma tiruan ke dalam hippocampal neurons serta mencoba menyinarinya dengan sinar khusus untuk dapat mendeteksi pergerakan neurons tersebut. Ilmuwan-ilmuwan tersebut juga memasukkan photoreceptor atau light-sensitive proteins - protein yang ditemukan dari bakteri marine yang dapat menciptakan cahaya sendiri - ke dalam hippocampal neurons tersebut. Cara mereka tersebut telah diuji cobakan ke seekor tikus dan berhasil.

Menurut Livescience.com, sebenarnya, metode optogenetics sudah ada sejak tahun 2010 kemarin, pengembangnya adalah sekelompok ilmuwan dari Stanford University yang dipimpin oleh Karl Deisseroth. Namun, terdapat sedikit perbedaan antara optogenetics yang dilakukan oleh ilmuwan dari MIT dan ilmuwan dari Stanford. Perbedaannya terletak pada proses dan alat yang dipakai. Ilmuwan di MIT menggunakan photoreceptor, sedangkan ilmuwan dari Stanford menggunakan rangsangan listrik dipadu dengan beberapa teknik kimia lain. Keunggulan penggunaan photoreceptor dari metode listrik adalah dari segi efisiensi waktunya. Photoreceptor mempunyai penghitungan waktu yang pasti, sedangkan metode listrik tidak memiliki waktu yang pasti untuk prosesnya.

Namun, banyak peneliti lain yang tidak sepakat dengan diciptakannya optogenetics, baik yang menggunakan listrik, photoreceptor, atau hal lainnya. Mereka beranggapan bahwa semua ingatan negatif seperti, schizophrenia atau depresi bisa kembali lagi ke seseorang ketika semua ingatannya telah dikembalikan. Apabila sekarang ada teknologi atau metode untuk mengembalikan ingatan, kemungkinan di masa depan, akan ada teknologi lain yang dapat menghapus ingatan.(mdk/das)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.