Bos Kibar pekikan semangat beraksi di industri digital
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital ini akan dilaksanakan di 10 kota pertama
Potensi industri digital Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.
Hal itu adalah modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air. Volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50 persen.
"Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya. Jika dipadukan dengan kekuatan teknologi digital, ini adalah modal besar untuk menghasilkan inovasi dan kreativitas yang begitu unik," jelas Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR, saat acara Kick Off Gerakan Nasional 1000 startup digital di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (17/06).
"Mari kita berhenti bermimpi dan menolak terbuai dengan potensi. Ini saatnya kita beraksi. Saya mengajak anak muda Indonesia bergerak untuk ikut menentukan arah bangsa di era ekonomi digital," tambahnya.
Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital ini akan dilaksanakan di 10 kota pertama: Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak. Di masing-masing kota ini akan didirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya.
Pusat inovasi ini juga menyediakan co-working space di mana semua pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat setempat hingga berkembang menjadi solusi nasional.
Baca juga:
Jakarta Great Online Sale 2016 dibuka, diskon sampai 95 persen
Tiga calon ini bakal rebutkan kursi Ketua Asosiasi E-commerce (iDea)
Ingin menjadi solusi bagi segmen UKM dan startup di Indonesia
Startup pendidikan Indonesia ini dapat suntikan dana dari Microsoft
Begini jurus kembangkan bisnis bermula dari pertemanan