Bitcoin jadi mata uang paling apes di tahun 2014
Bicoin kini justru lebih banyak dipakai untuk transaksi gelap di internet
Tidak seperti yang dibayangkan oleh publik sebelumnya, Bitcoin atau mata uang digital yang sempat booming di tahun 2013 justru sangat terpuruk tahun lalu. Apa yang terjadi?
Tahun 2013 lalu, Bitcoin pernah sangat berjaya dengan menyentuh nilai USD 1100 atau Rp 13 juta per koinnya. Namun sekarang nilai tukar Bitcoin justru menurun tajam di angka USD 325 saja per koinnya. Mata uang digital itu tercatat mengalami penurunan nilai hingga 50 persen di tahun 2014 lalu.
Tak pelak hal ini membuat Bitcoin ditasbihkan sebagai mata uang dengan performa terburuk di tahun 2014, mengalahkan mata uang dua negara yang tengah bersitegang, Rubel milik Rusia dan Hyvnia milik Ukraina.
Salah satu penyebab merosotnya nilai Bitcoin adalah sifatnya yang anonim alias tidak mudah dilacak asal-usul atau kemana perginya uang digital itu. Saat ini pun, pusat-pusat perdagangan legal sudah mulai mengurangi kebutuhan akan Bitcoin.
Tiap 'pedagang' yang masih loyal dengan Bitcoin ternyata juga mempunyai aturan tersendiri terkait nilai dan aturan pemakaiannya. Sehingga mata uang tersebut tidak pasti nilai dan mekanisme penggunaannya, semua tergantung spekulasi pasar atau kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Hal tersebut berujung pada penggunaan negatif Bitcoin sebagai mata uang kegiatan ilegal. Bitcoin semakin hari semakin banyak dipakai di kegiatan online ilegal seperti jual beli obat-obatan terlarang via internet, Geek (30/12/14).
Terlebih, sejak situs pengelola utama Bitcoin, Mt. Gox, dilaporkan kehilangan ratusan ribu Bitcoin di awal 2014 akibat peretasan, nasib Bitcoin di dunia maya dan nyata semakin malang dan tidak jelas.
(mdk/bbo)