LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Bisik-bisik Grab dan Gojek Mau Merger, Mayoshi San Sampai Turun Tangan

Rumor Grab dan Gojek untuk melakukan merger semakin kencang. CEO Softbank Mayoshi San disebut-sebut sampai turun tangan untuk menyelesaikan rencana besar ini.

2020-10-20 13:00:00
Grab
Advertisement

Rumor Grab dan Gojek untuk melakukan merger semakin kencang. CEO Softbank Mayoshi San disebut-sebut sampai turun tangan untuk menyelesaikan rencana besar ini. Dilaporkan Japan Times, Selasa (20/10), sebagai pemegang saham terbesar Grab, Mayoshi San terus menekan co-founder dan CEO Grab Anthony Tan untuk segera mengambil keputusan merger.

Menurut laporan tersebut, kedua startup paling berharga di Asia Tenggara itu telah secara aktif melakukan pertemuan melalui zoom berbulan-bulan untuk membahas perihal ini. Dari pembahasan itu, munculah sebuah kesepakatan.

Hanya saja, masih menyiratkan pertanyaan besar yang menjadi point penting bagi keduanya, yakni, apakah kedua perusahaan akan menggabungkan seluruh operasionalnya atau justru Grab akan mengakuisisi Gojek secara bisnis di Indonesia.

Advertisement

Kabarnya, Anthony Tan justru memilih opsi yang kedua. Sebab, dengan langkah seperti itu, pihaknya masih memegang kendali penuh bisnis Gojek di Indonesia sebagai anak perusahaan Grab. Sementara itu, pemegang saham Gojek justru ingin menggabungkan kekuatan Grab dan Gojek untuk bisa berkolaborasi di Asia Tenggara.

Dari kedua opsi tersebut, Mayoshi San malah mendukung agar Gojek dan Grab menggabungkan kekuatan. Dalam kata lain, dia tak sependapat bila Grab mengakuisisi bisnis Gojek. Lantara perbedaan pandangan ini, hubungan antara Anthony Tan dan Mayoshi San sedikit tegang.

Advertisement

Batu Ganjalan

Terlepas dari itu, jika kedua perusahaan ini bergabung, maka diprediksikan akan muncul permasalahan baru yang datang dari regulator.

Hal ini mengingat Grab dan Gojek merupakan pemain ride hailing terbesar di Asia Tenggara. Dari sisi operasionalnya, kedua perusahaan sama-sama berbisnis di hal yang tak berbeda.

Saat ini, Gojek dan Grab dikabarkan sedang bernegosiasi membicarakan struktur dan valuasi, sekaligus cara mengatasi kekhawatiran terkait isu anti kompetisi. Pembicaraan ini juga bergantung pada berapa lama dampak dari pandemi Corona.

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.