Berkah Go-Food untuk UMKM
Berkah Go-Food untuk UMKM. Go-Food, layanan yang ada dalam aplikasi on demand Go-Jek kini mulai dirasakan dampaknya oleh para mitranya. Berdasarkan dari catatan Go-Jek, rata-rata transaksi UMKM kuliner yang melalui layanan Go-Food meningkat hingga 2,5 kali lipat
Go-Food, layanan yang ada dalam aplikasi on demand Go-Jek kini mulai dirasakan dampaknya oleh para mitranya. Berdasarkan dari catatan Go-Jek, rata-rata transaksi UMKM kuliner yang melalui layanan Go-Food meningkat hingga 2,5 kali lipat sejak pertama bergabung.
70 persen dari mitranya pun merupakan pengusaha kuliner yang masuk pada kategori pengusaha kecil dan menengah.
“Dengan solusi teknologi yang kami tawarkan, dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pengusaha UMKM kuliner. Kini mereka memiliki akses langsung terhadap pelanggan tanpa perlu memiliki armada pesan-antar sendiri. Tidak hanya itu, UMKM kuliner juga kami bantu dari sisi brand,” ujar Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Commercial Expansion Go-Jek di Jakarta, Jumat (23/2).
Naniek, mitra kuliner Go-Food langsung mengamini pernyataan dari Catherine. Menurut pengusaha pisang goreng Bu Nanik ini, pihaknya tak perlu lagi memikirkan membuka cabang baru untuk usahanya itu. Sebab, melalui Go-Food usaha yang dirintisnya itu semakin dimudahkan.
“Saya gak perlu lagi memikirkan untuk buka cabang. Saya mikirnya hanya bagaimana menciptakan produk baru lagi,” jelasnya.
Dijelaskannya, dalam sepekan, jumlah orderannya meningkat drastis biasanya pada hari Jumat. Sekitar 1.600 orderan yang dilayani. Dari jumlah orderan itu, sebanyak 70-80 persennya berasal dari Go-Jek.
“Jadi di hari itu, tempat jualan saya dipenuhi ‘laler ijo’ (Go-Jek) yang lagi ngorder pesanan,” ungkapnya.
Mitra dan Jumlah Transaksi
Saat ini, UMKM kuliner yang sudah bergabung dengan Go-Food berjumlah 125 ribu. Jumlah tersebut, dipastikan Catherine, akan terus bertambah. Terlebih nantinya Go-Food akan memacu fitur terbaru yakni Go-Resto.
Go-Resto ini semacam manajemen toko bagi mitra UMKM-nya dan calon mitranya. Sederahananya, UMKM dapat memantau permintaan pelanggannya pada waktu-waktu tertentu.
“Kita target intinya bertambah jumlah merchant-nya dan yang terpenting setiap merchant penjualannya semakin berkembang. Kita gak bisa share angkanya. Inisiatif kita membuat Go-Resto ini ingin semua orang gak perlu telepon untuk register jadi mitra kami. Jadi semua orang yang ingin bergabung jadi mitra, tinggal download saja termasuk bila ada ibu-ibu yang kepengen jual makanannya bisa langsung register,” terang Catherine.
Sayangnya, ia juga tak mau memberitahukan detail dari jumlah transaksi di Go-Food. Dia hanya memberikan sedikit gambaran salah satu makanan yang laris di platformnya itu.
“Jumlah transaksi Go-Food, kita gak bisa share. Tapi untuk martabak saja, total 3 juta transaksi selama setahun lalu dan 2 juta transaksi untuk ayam geprek. Itu hanya sebagai gambaran saja dan pastinya, kali ini tumbuh signifikan,” ujar dia.
Baca juga:
Donasi di Tokopedia meningkat 30 persen
SiCepat Ekspres sebut pertumbuhan bisnisnya melejit tahun 2017
East Ventures gelontorkan investasi ke Waresix tahap awal
Uber dilaporkan jual seluruh aset Asia Tenggara ke Grab
4 pemenang The NextDev 2017 berguru ke Silicon Valley
GO-JEK dapat kucuran investasi Rp 2 triliun dari Astra
Warung Pintar, startup retail teknologi dapat kucuran dana Rp 55 miliar