Benarkah Galaxy Gear produk sia-sia?
Perangkat ini dianggap sebagai jam tangan dengan spesifikasi tak penting.
Selain membongkar keberadaan Galaxy Note 3, Samsung juga memperkenalkan jam tangan pintar mereka, Galaxy Gear. Sayangnya, perangkat ini hadir dengan berbagai kekurangan.
Seperti yang dilansir oleh The Verge (4/9), ternyata perangkat ini tak lebih hanya difungsikan sebagai 'teman pelengkap' dari smartphone Samsung. Perangkat ini tak bisa difungsikan sebagai gadget terpisah yang bisa menerima panggilan atau mengirim pesan.
Dalam kata lain, Galaxy Gear adalah jam tangan yang dilengkapi dengan spesifikasi mumpuni sehingga memiliki kemampuan lebih. Bahkan, kemampuan lebih ini, oleh The Verge, dianggap sebagai pemborosan.
Kelemahan pertama ada pada daya tahan baterai Galaxy Gear. Seperti yang diberitakan sebelumnya, perangkat ini paling banter mampu hidup hingga 24 jam, itupun kalau tak digunakan oleh penggunanya. Padahal, selama ini jam tangan memiliki masa hidup sangat panjang.
Selain itu, layar 1,63 inci AMOLED touchscreen yang ada di dalamnya juga dianggap pemborosan. Hal ini hanya akan menghabiskan daya baterai secara sia-sia.
Kelemahan terakhir adalah pilihan kustomisasinya. Galaxy Gear dianggap tak fleksibel seperti jam tangan lainnya. Pengguna tak bisa seenaknya mengganti tali jam tangan Gear karena memang sudah dipasang secara permanen.
Namun begitu, memang banyak yang mengkategorikan Gear sebagai wearable gadget ketimbang jam tangan pintar. Adapun fungsi jam tangan di sini adalah fitur tambahan saja bagi Galaxy Gear.
Sehingga, rasanya memang pantas Galaxy Gear tak cocok disebut sebagai jam tangan pintar. Hal ini dikarenakan spesifikasinya yang dibuat untuk lebih dari itu.
Diberitakan sebelumnya, produk satu ini akan hadir dalam beberapa warna pilihan seperti Rose Gold, Mocha Gray, JetBlack, Oatmeal, Wild Orange dan Lime Green. Samsung mengatakan bahwa Galaxy Gear akan dijual dengan harga USD 299 atau sekitar Rp 3 jutaan dan akan dirilis pada tanggal 25 September mendatang.
(mdk/nvl)