Begini tuntutan demo pengemudi GrabBike
Begini tuntutan demo pengemudi GrabBike. Pengemudi Grab Bike hari ini, Kamis (5/1), melakukan demo di Gedung Lippo, Kuningan, Jakarta. Mereka menuntut pihak manajemen Grab Indonesia untuk menaikkan harga per kilometer.
Pengemudi Grab Bike hari ini, Kamis (5/1), melakukan demo di Gedung Lippo, Kuningan, Jakarta. Mereka menuntut pihak manajemen Grab Indonesia untuk menaikkan harga per kilometer.
"Kami menuntut kenaikan tarif per kilometer dari Rp 1.500 menjadi Rp 2500," ujar Bobby salah satu mitra Grab.
Menurutnya, permintaan kenaikan ini wajar lantaran beberapa ojek online lainnya juga melakukan hal serupa.
"Ojek online lain kayak Go-Jek juga menerapkan hal yang sama kok. Bahkan mereka lebih tinggi dan transparan juga," jelasnya.
Selain permintaan kenaikan harga, kata dia, pihaknya juga meminta kepada menajemen Grab untuk mengembalikan akses kepada rekan-rekannya yang dihentikan. Persoalan rekan-rekannya itu disebabkan karena ikut dalam demo sebelumnya.
"Yang kemarin ikut demo di-suspended," jelas dia.
Sejurus kemudian, manajemen Grab pun datang dan menemui pengemudi yang berunjuk rasa. Head of Safety Grab Indonesia, Elang, mengatakan untuk memberikan kesempatan berdiskusi kepada perwakilan pengemudi Grab.
"Masukan diterima terlebih dahulu untuk pertimbangan. Nanti, Januari minggu ketiga atau keempat tunjuk perwakilan untuk diskusi bersama Grab. Benar-benar disepakati perwakilan siapa. Untuk saat ini itu saja yang saya sampaikan," katanya kepada para pengemudi Grab.
Sontak, pernyataan Elang itu tidak disetujui oleh para pendemo dengan sorakan. Saat ini pihak Grab akan melakukan konferensi pers untuk menjelaskan perihal yang sebenarnya terjadi.
Baca juga:
Aksi ribuan driver GrabBike demo tolak harga promo
Keluhkan soal promo, ribuan driver GrabBike geruduk kantor manajemen
Tolak ojek online, ribuan pengendara becak geruduk balai kota Solo
Sumarsono bakal tertibkan ojek online yang mangkal di trotoar
Marak isu penculikan oleh ojek online, sopir minta pelaku ditangkap
Kerap mangkal di trotoar, ojek online dikeluhkan warga di Bogor