Ballmer mengundurkan diri, saham Microsoft justru naik
Di situs Nasdaq, saham Microsoft naik setelah pengumuman pengunduran diri Steve Ballmer.
Pemberitaan mengenai keputusan Ballmer untuk mengundurkan diri secara otomatis menghiasi banyak media online. Uniknya, setelah dirilisnya pernyataan tersebut justru membuat saham Microsoft naik.
Steve Ballmer selaku CEO Microsoft sekarang menyatakan bahwa dia akan mengundurkan diri dalam 12 bulan lagi. Dalam jangka waktu tersebut, dia dan jajaran manajemen Microsoft akan mencari serta menyeleksi siapa kandidat yang tepat menggantikannya.
Tentu saja, berita pengunduran diri Ballmer membuat banyak pihak yang terkejut karena terkesan mendadak. Bahkan tidak sedikit dari media-media online secara membombardir membuat ulasan mengenai Ballmer.
Uniknya lagi, seperti terpampang di situs resmi Nasdaq (23/08) atau tanggal 24 Agustus 2013 waktu Indonesia, saham Microsoft justru mengalami kenaikan, walaupun tidak begitu banyak.
Tentunya menjadi satu tanda tanya, kenapa ketika berita mengenai seorang pimpinan sebuah perusahaan raksasa ingin pensiun justru membuat saham terlecut naik?
Mengutip dari ulasan di Zdnet (23/08), ada kemungkinan bahwa memang pelaku pasar tidak begitu menyukai Ballmer dan gaya kepemimpinannya. Hal tersebut dibuktikan dengan perbedaan laju saham di era kepemimpinan Bill Gates dan ketika Microsoft dipimpin Ballmer.
Namun, terlepas entah Ballmer disukai pasar atau tidak, secara nyata sejak kepemimpinannya menggantikan Gates di tahun 2000, dia berhasil membuat keuntungan Microsoft berlipat-lipat.
Akan tetapi sayangnya, Microsoft harus merangkak ketika era digital sudah mulai melaju pesat dan Google serta Apple menjelma menjadi 2 raksasa di dunia teknologi.