Bahas teknologi di Yogya, acara Microsoft ini berlangsung meriah
Yogyakarta menjadi pilihan karena memiliki begitu banyak anak muda kreatif yang berpotensi besar
Ribuan anak muda Yogyakarta usia 12-24 tahun berpartisipasi dalam Microsoft YouthSpark 2015 pada 17 November lalu. Ajang ini merupakan pelatihan dan pembangunan kapasitas teknologi bagi para pemuda, khususnya yang berasal dari kalangan marginal.
Yogyakarta menjadi pilihan karena memiliki begitu banyak anak muda kreatif yang berpotensi besar terhadap percepatan pembangunan Yogyakarta sebagai kota pintar (smart city).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada September 2013, Yogyakarta masih menjadi kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa (15,03 persen). Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Yogyakarta pada Februari 2015 mencapai 4,07 persen.
Menyadari potensi dan kendala ini, Microsoft bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menyelenggarakan YouthSpark di Yogyakarta. YouthSpark mengajak para pemuda untuk mengembangkan aplikasi permainan yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga mampu meningkatkan pola pikir pemainnya.
Dalam rentang waktu November 2015 Mei 2016, Microsoft, FISIPOL UGM, dan YCAB akan bekerjasama untuk membantu merealisasikan ide aplikasi permainan peserta agar menjadi kenyataan dengan menggunakan Kodu Game Lab, sebuah bahasa pemrograman yang cenderung mudah dipelajari dan digunakan oleh pembuat aplikasi pemula. Tiga aplikasi terbaik akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut di Microsoft Innovation Center UGM.
Ruben Hattari, Corporate Affairs Director, Microsoft Indonesia mengatakan, tujuan akhir YouthSpark bukan untuk melihat seberapa rumit aplikasi permainan yang berhasil dikembangkan, melainkan proses berpikir yang ada dibaliknya.
"Kami berharap anak-anak muda mampu memberikan ide kreatif dan strategis yang dapat diwujudkan melalui proses coding. Yogyakarta menjadi kota ketiga penyelenggaraan YouthSpark, setelah sebelumnya sukses menjangkau 15.000 pemuda Jakarta dan Jambi pada 2013 dan 2014," ujarnya dalam keterangan resminya belum lama ini.
Dia mengatakan, hasil dari kegiatan itu terus menunjukkan peningkatan karena melahirkan ide-ide yang semakin variatif. Salah satu peserta yang awalnya tidak memiliki pemahaman mengenai teknologi kini berhasil mengembangkan usaha penjualan tas dan kantong melalui Office 365.
Program-program untuk komunitas ini, CEO Microsoft Satya Nadella telah mengumumkan investasi sebesar 75.000.000 dollar bagi YouthSpark agar dapat memperluas pemberdayaan anak-anak muda, khususnya yang berasal dari kalangan marjinal, di bidang teknologi.
Baca juga:
Lumia 650 jadi smartphone 5 inci terakhir Microsoft?
Microsoft ciptakan teknologi untuk deteksi ekspresi wajah
Jadwal rilis Windows 10 untuk smartphone Lumia lawas terungkap
Siapakah yang paling pintar di antara Siri, Google Now, dan Cortana?
Windows masih menjadi sistem operasi nomor satu di dunia