LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Awas, malware mengintai software bajakan

Awas, malware mengintai software bajakan. Penelitian Microsoft dan (IDC) pada 2014 lalu, menunjukkan bahwa konsumen individu bisa menghabiskan USD 25 miliar dan membuang waktu sebanyak 1.1 miliar jam untuk mengidentifikasi, memperbaiki, dan memastikan perangkat mereka sepenuhnya terbebas dari malware.

2016-09-30 15:07:00
Hacker
Advertisement

Kasus kerusakan file, pencurian data pribadi, dan penyusupan privasi merupakan contoh nyata bahaya penggunaan software bajakan saat ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Microsoft dan Internasional Data Corporation (IDC) pada 2014 lalu, menunjukkan bahwa konsumen individu bisa menghabiskan USD 25 miliar dan membuang waktu sebanyak 1.1 milyar jam untuk mengidentifikasi, memperbaiki, dan memastikan perangkat mereka sepenuhnya terbebas dari malware.

"Banyaknya waktu dan materi yang terbuang untuk memulihkan perangkat yang terinfeksi malware tentunya akan merugikan pengguna. Padahal, dengan menggunakan genuine software, Anda dan keluarga dapat fokus memanfaatkan perangkat tersebut dengan lebih maksimal," ujar Sudimin Mina, Software Asset Management and Compliance Director, Microsoft Indonesia saat acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/09).

Advertisement

Sementara itu, menurut data yang diterbitkan oleh Microsoft Malware Infection Index 2016, tingkat pemalsuan PC di Indonesia tergolong masih sangat tinggi. Indonesia menduduki posisi kedua di belakang Pakistan dengan tingkat infeksi virus malware tertinggi di Asia Pasifik. Hal senada juga diutarakan oleh Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP), Justisiari P. Kusumah. Kata dia, tingkat pemalsuan produk di Indonesia telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

"Ini berdampak terhadap angka kerugian yang besar bagi negara dan juga pemilik hak cipta," ujarnya.

Baca juga:
Model keamanan biometrik jadi peluang curi data sensitif
Awas, modus peretasan yang menjadikan jaringan layaknya 'zombie'
Mampu retas iOS, ilmuwan Inggris bikin malu FBI
Hacker Alibaba retas situs sendiri demi kue, jadi pahlawan China!
Ungkap pemerkosaan, hacker ini justru terancam penjara 16 tahun!

Advertisement
(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.