Aplikasi "Jastip" Pasar Tradisional Ini Incar 1.000 Pasar di Jawa-Bali
Perusahaan rintisan (startup) Titipku menarketkan menggandeng 1.000 pasar di Pulau Jawa dan Bali pada periode 2022-2023. Target jangka panjangnya, Titipku mengincar 16.000-17.000 pasar di seluruh Indonesia.
Perusahaan rintisan (startup) Titipku menarketkan menggandeng 1.000 pasar di Pulau Jawa dan Bali pada periode 2022-2023. Target jangka panjangnya, Titipku mengincar 16.000-17.000 pasar di seluruh Indonesia.
Titipku merupakan aplikasi jasa titip atau "jastip" belanja yang didirikan di Yogyakarta pada Oktober 2017. Saat ini Titipku tersedia di 100 lebih pasar tradisional di Jabodetabek.
Total ada 6.193 pedagang pasar yang sudah bermitra dengan Titipku dan sekitar 200 "jatiper" yang siap membelikan dan mengirimkan pesanan para konsumen.
"Untuk mencapai target ini, Titipku mengandalkan tim pasar untuk membangun hubungan secara personal dengan pedagang di pasar tradisional," ujar CEO Titipku Henri Suhardja dalam keterangan persnya, Rabu (19/1).
Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, TItipku juga mengandalkan komunitas. Dengan komunitas yang baik, pedagang pasar dapat merekomendasikan Titipku kepada sesama pedagang lainnya agar mau bergabung.
Selain memperluas area pelayanan, Titipku juga akan terus memperbaiki pelayanan agar bisa menjadi aplikasi quick-commerce. Saat ini aplikasi Titipku bisa diunduh di Google Playstore dan Apple App Store.
Kantor Baru di BSD City
Pada akhir pekan lalu (15/1), Titipku meresmikan kantor baru di kawasan BSD City, Tangerang, Banten. Acara ini dihadiri oleh para undangan yang terdiri atas investor, mitra bisnis Titipku, dan Brand Ambassador Titipku, Olivia Tommy.
Acara dimulai dengan sambutan dari Founder Titipku, Ong Tek Tjan. Dilanjutkan dengan sambutan Olivia Tommy.
"Hari ini Titipku meresmikan kantor sekaligus launching 100 pasar se-Jabodetabek," kata Henri dalam acara tersebut.
Kami hadir dengan mendigitalkan pasar tradisional. Semua pedagang di pasar yang menjual kebutuhan masyarakat, seperti sayur, buah, dan daging, satu per satu kami rekrut untuk menjadi mitra, pungkas Henri.