LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

APJII: Serangan malware tak berdampak pada pelanggan

Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan: Tidak ada dampak langsung ke pelanggan.

2013-06-13 20:37:00
Malware
Advertisement

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan serangan 3 jenis malware ke jaringan protokol Internet (IP) sejumlah perusahaan, ISP, instansi pemerintah, dan pertukaran Internet tidak mengganggu pelanggan.

"Dampak langsung ke pelanggan tidak ada, tapi malware yang ditanam ini bisa menjadi bot di server yang terinfeksi dan memicu serangan DDoS secara serentak ke satu target, Pentagon misalnya," ujar Ketua Umum APJII, Sammy Pangerapan, kepada merdeka.com, Kamis (13/6).

Namun, data APJII mengungkapkan belum pernah ada serangan cyber dari Indonesia ke luar negeri, yang ada adalah serangan ke pengguna wordpress dalam negeri, cracker menghapus web dan database di dalamnya, dan lainnya.

Hal senada diungkapkan Ahmad Alkazimy, Manajer Indonesian Computer Emergency Response Team (ID-CERT), bahwa serangan malware tersebut tak terasa di trafik INternet dan pelanggan tak terimbas apapun.

"Yang fatal, kalau penanam malware tersebut mengaktifkan bot atau zombie, sehingga bisa dipakai untuk menyerang server lainnya," ujarnya.

ID-CERT menemukan 3 jenis malware yang ditanamkan di jaringan protocol Internet dan telah menyerang 70.000 PC di seluruh Indonesia.

Malware dari jenis Drone, sality2, dan conficker.c ini berpotensi melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) maupun aktivitas lainnya, termasuk cyber crime.

Sampai 12 Juni 2013, malware tersebut telah menyerang 196 perusahaan (ISP dan non ISP), 27 institusi akademik/universitas, 13 instansi pemerintahan, dan 3 Internet eXchange (2 milik milik pemerintah dan 1 milik komunitas)

"Serangannya sangat cepat, dalam waktu kurang dari 24 jam sudah meningkat 2 kali lipat dari 30.535 pada 11 Juni menjadi 71.000 pada 12 Juni. Ancaman serangan ini jangka panjang, karena bila penanamnya mengaktifkan bot/zombie, maka akan mudah melancarkan serangan cyber," ujar Ahmad Alkazimy.

Baca juga:
3 Malware serang 70.000 PC di Indonesia
Peringatan bagi pengguna Android, ada trojan terbandel muncul
Trojan baru bisa lumpuhkan Android
Internet Explorer 10 ungguli 4 browser terkenal
'Penyakit' Android bikin Samsung keluarkan Knox?

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.