Apakah hapus Facebook berarti privasi kita aman? Pakar sebut tidak
Apakah hapus Facebook berarti privasi kita aman? Pakar sebut tidak. Setelah skandal Facebook soal kebocoran data yang dikumpulkan Cambridge Analytica, banyak pengguna jejaring sosial terbesar tersebut yang ingin menghapus akunnya.
Setelah skandal Facebook soal kebocoran data yang dikumpulkan Cambridge Analytica, banyak pengguna jejaring sosial terbesar tersebut yang ingin menghapus akunnya.
Bahkan, menurut Mashable, kebencian terhadap Facebook kini sedang pada titik tertinggi sepanjang masa. Tagar #deletefacebook telah trending selama beberapa hari, bahkan kampanye ini didukung oleh pendiri WhatsApp yang notabene anak perusahaan Facebook. Selain itu, penelusuran Google soal "hapus Facebook" berada pada angka tertinggi selama lima tahun terakhir.
Mungkin salah satu jalan agar data kita tidak 'dipanen' lewat Facebook adalah dengan menghapusnya. Namun hal tersebut tak serta merta membuat privasi kita aman. Ini bukanlah isapan jempol belaka, karena pakar berkata demikian.
Menurut Luke Stark, calon profesor di Dartmouth College dan periset spesialis privasi online, data kita dilacak tak cuma lewa jejaring sosial.
"Berbagai platform besar yang umum kita gunakan setiap hari, pasti mengumpulan berbagai jenis data tentang kita yang digunakan untuk mengembangkan profil pribadi kita," ungkapnya.
Hal ini berarti, apapun yang kita 'sentuh' secara online, pasti akan melacak data kita dengan berbagai cara. Mulai dari mesin pecarian seperti Google, platform e-commerce, bahkan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet.
Hal ini berupa paling tidak siapa Anda, ke mana lokasi Anda bepergian, dan lain sebagainya.
Sang pakar berargumen, pengambilan data secara berlebih tanpa pengetahuan yang jelas dari pemilik akun atau pengguna berbagai platform digital, bisa diregulasi oleh Pemerintah, dengan membatasi secara jelas akses platform digital ke data privasi pengguna.
Baca juga:
Polisi Inggris mulai selidiki dan kumpulkan bukti skandal Cambridge Analytica
Skandal Cambridge Analytica: Facebook minta maaf di surat kabar Inggris dan AS
Imbas kasus kebocoran data Facebook, industri ini diprediksi tumbuh di masa depan
Bocoran dokumen: Begini cara Cambridge Analytica menangkan Trump dalam pilpres AS
Mantan penasihat Trump sebut 50 juta data pengguna Facebook dijual ke seluruh dunia
Tak cuma Facebook, Instagram juga tempat 'setor' data pribadi
Facebook terapkan kebijakan ini untuk cegah kebocoran data terulang