Ambisi Telkomsigma jadi market leader data center
Ambisi Telkomsigma jadi market leader data center. "Kami saat ini telah dipercaya menangani lebih dari 500 klien dari berbagai sektor industri," jelas Direktur Business Data Center & Managed Services Telkomsigma, Andreuw Th.A.F.
Seiring dengan peningkatan kondisi ekonomi di tahun 2017, tak bisa dilepaskan juga dari sisi perkembangan industrinya. Terlebih industri yang berpegang terhadap perkembangan teknologi. Maka, pastinya akan membutuhkan layanan data center yang mampu mem-backup dari sisi teknologinya.
Telkomsigma pun sesumbar jika menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang saat ini mampu untuk menyediakan kapasitas yang industri butuhkan. Mereka berdalih memiliki pengalaman menangani data selama 30 tahun. Serta telah bersertifikasi Tier III & Tier IV Design sekaligus dua sertifikasi Tier III Facility pertama di Indonesia.
"Kami saat ini telah dipercaya menangani lebih dari 500 klien dari berbagai sektor industri dengan persentase, Banking & Financial Services 54 persen yang sisanya dari berbagai industri termasuk instansi pemerintah," jelas Direktur Business Data Center & Managed Services Telkomsigma, Andreuw Th.A.F dalam keterangan resminya, Jumat (14/4).
Dikatakannya, untuk menangani kebutuhan kliennya, pihaknya pun telah berkomitmen untuk menyediakan kapasitas data center sebesar 200.000 meter per segi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan spesifikasi teknis Tier II sampai dengan tier IV.
"Kami ingin diperhitungkan di tingkat global. Tujuannya menjadi leader di industri ini terutama di Indonesia. Maka dari itu, terus melakukan improvement & development juga collaboration dengan strategic partners untuk menjaga kepercayaan dan memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh klien kami dan bagi industri di Indonesia," katanya.
Sebelumnya pada kesempatan terpisah, CEO Telkomsigma, Judi Achmadi mengatakan, di tahun 2017 ini mereka menargetkan pendapatan sebesar Rp 4 triliun. Angka itu meningkat Rp 1 triliun di mana pada tahun 2016 lalu, pihaknya mencapai target dengan mengantongi pendapatan sebesar Rp 3 triliun.
Dikatakannya, perolehan pendapatan itu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya sebesar 15 persen. Sementara, Telkomsigma sendiri tumbuh 30 persen.
"Mencapai target itu cukup sulit. Tapi alhamdulillah bisa tercapai. Di tahun 2017 kita ingin dominasi market dan berharap menjadi market leader. Saat ini kita juga masih menjadi market leader tapi di tahun 2017 bisa lebih mendominasi lagi," ujarnya.
Baca juga:
Bisakah mobil pintar diretas?
Perangi berita hoax, Google tandai berita palsu di pencarian
Mensos ibaratkan teknologi seperti dua sisi mata uang
Moto Z punya fitur kamera yang biasa digunakan NASA
Gandeng Universal Robots, Kini produksi mobil Nissan gunakan robot
Perangkat internet ini mampu blokir konten negatif untuk anak
Ini bocoran bentuk drone terbaru DJI, lebih kecil dari Mavic Pro!
Lintasarta tambah fasilitas data center standar internasional