Ambisi NASA Bisa ke Mars dalam Waktu 45 Hari
NASA memiliki rencana membawa astronot ke Mars dalam waktu 45 hari. Rencana ini di luar nalar. Mengapa? Pasalnya, menurut peneliti geofisika Yuri Shprits, ke Mars butuh waktu sekitar Sembilan bulan.
NASA memiliki rencana membawa astronot ke Mars dalam waktu 45 hari. Rencana ini di luar nalar. Mengapa? Pasalnya, menurut peneliti geofisika Yuri Shprits, ke Mars butuh waktu sekitar Sembilan bulan.
Menyadari rencana gilanya ini, NASA sedang melakukan eksplorasi teknologi pada sistem propulsi yang lebih cepat. Propulsi adalah gaya dorong pada suatu mesin. Dilaporkan IFLScience, Sabtu (21/1), mereka kini sedang menggali bagaimana agar metode propulsi dapat mendorong lebih cepat sehingga nantinya pesawat dapat mencapai Mars dalam waktu kurang dari tujuh minggu.
Profesor Ryan Gosse dari University of Florida adalah seseorang yang memimpin proyek ini. Sistem propulsi itu, dirinya sebut sebagai Nuclear Thermal Propulsion/Nuclear-Electric Propulsion.
Sejauh ini, banyak instrumen pesawat ruang angkasa ditenagai oleh peluruhan radioaktif. Mereka mengandalkan propulsi kimia konvensional untuk memberikan dorongan terbang ke target yang dituju.
Secara teori, ada keuntungan besar menggunakan tenaga nuklir, terutama dalam mengurangi beban bahan bakar. Nuclear Thermal Propulsion ini akan memanaskan propelan seperti hidrogen cair hingga menjadi plasma, yang keluar melalui nosel, dengan mengandalkan hukum ketiga Newton untuk mengirim pesawat ke arah lain.
Nuclear-Electric Propulsion ini di sisi lain, akan menggunakan energi yang dihasilkan oleh reaktor untuk menyalakan pendorong ion. Dengan langkah ini, diharapkan keajaiban ke Mars bisa lebih cepat dari yang diperkirakan.