LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Alibaba dikabarkan kembangkan chip kecerdasan buatan

Raksasa e-Commerce Tiongkok, Alibaba, mengumumkan akan mengembangkan chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk komputasi awan (cloud computing), perangkat yang terhubung dengan internet, dan sebagainya.

2018-09-21 10:00:00
Alibaba
Advertisement

Raksasa e-Commerce Tiongkok, Alibaba, mengumumkan akan mengembangkan chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk komputasi awan (cloud computing), perangkat yang terhubung dengan internet, dan sebagainya.

Dilansir CNNMoney, kepala staf teknologi Alibaba Jeff Zhang menjelaskan bahwa kemajuan perusahaannya pada algoritma dan data, menempatkan Alibaba pada posisi yang unik untuk memimpin terobosan teknologi pada area yang disruptif, seperti kuantum dan teknologi chip.

Alibaba sebelumnya juga telah menanamkan modal saham dalam beberapa perusahaan manufaktur chip. Pada awal tahun ini, Alibaba mengakuisisi C-Sky, perusahaan desain chip asal China.

Advertisement

Perusahaan tersebut diberi nama Pingtouge Semiconductor Company, merujuk pada nama julukan bagi musang madu. Alibaba sendiri tidak banyak bicara mengenai bisnis barunya itu.

Pendiri Alibaba Jack Ma secara vokal menyuarakan isu ketergantungan China terhadap chip hasil produksi luar negeri.

"Pasar chip saat ini dikontrol oleh Amerika Serikat (AS), dan jika mereka tiba-tiba menghentikan penjualan, kamu paham apa yang akan terjadi," jelasnya saat menjadi pembicara di Universitas Waseda, Tokyo April lalu.

Advertisement

"Itulah mengapa China, Jepang, dan negara mana pun membutuhkan teknologi inti," sambungnya.

Komentar ini ia buat sesaat setelah Departemen Perdagangan AS melarang perusahaan setempat menjual komponen ke ZTE, perusahaan peralatan telekomunikasi China yang mengandalkan pasokan dari AS.

Larangan tersebut kemudian dicabut oleh Presiden AS Donald Trump, namun hal ini berdampak pada saham ZTE.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Felicia Margaretha

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.