Akankah SBY gunakan teknologi anti sadap karya anak negeri?
Anak negeri tercatat memiliki berbagai teknologi penangkal aksi penyadapan.
Adanya laporan dari Edward Snowden bahwa Presiden SBY dan sejumlah pejabat disadap komunikasi ponselnya oleh Australia menandakan bahwa teknologi komunikasi saat ini memang belum aman. Namun begitu, sebenarnya ada beberapa produk dalam negeri yang mampu atasi hal itu.
Seperti yang dimiliki oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) misalnya, para peneliti anak negeri ini ternyata sudah memiliki ponsel pintar anti sadap dalam produk dengan nama BandrOS. BandrOS merupakan operating system yang berbeda dengan Android atau OS mobile lainnya. BandrOS sendiri diambil dari salah satu nama penganan khas daerah Jawa Barat khususnya Bandung berbahan kelapa, tapi singkatan dari Bandung Raya Operating System (BandrOS).
"HP ini buatan Pusat Penelitian Informatika LIPI dengan spesifikasi anti sadap, tapi saya tak pernah yang jahat-jahat. Saya tak mengatakan anti sadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Menristek Gusti Muhammad Hatta saat memberi sambutan pada jamuan makan malam peserta Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke XV di Padang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/09).
Selain itu, ada juga produk lain yang dikembangkan oleh ICK Company, perusahaan nasional pengembang layanan telekomunikasi. Pada September lalu, inovator teknologi milik anak negeri ini menawarkan layanan Short Message Service(SMS) anti penyadapan dengan metode enkripsi (pengacakan data) dan menggaransi produknya 1.000 persen bila ada yang bisa membobol kodenya.
"Kami jamin bahwa konten pesan pendek pelanggan SMS Guard aman dan anti sadap. Hanya pihak yang dituju saja yang bisa membaca pesan pendek dari pelanggan SMS Guard," tegasnya dalam peluncuran layanan tersebut, Jumat (27/9).
Teknologi macam ini memang cocok digunakan bagi mereka yang aktivitas telekomunikasinya harus dirahasiakan. Dengan adanya teknologi macam ini, mungkinkah Presiden SBY beserta sejumlah pejabat lain akan mencobanya?