Akankah Bill Gates kembali pimpin Microsoft?
Seiring rencana mundurnya Ballmer, nama Gates mendapat banyak dukungan untuk memimpin Microsoft.
Rencana mundurnya Steve Ballmer dari posisi CEO Microsoft tahun depan membuka pintu bagi siapa saja untuk menduduki posisi tersebut. Salah satu yang mengemuka, adalah nama sang pendiri Microsoft, Bill Gates.
Seperti yang dilansir oleh Softpedia (24/8), hal ini rupanya mendapatkan dukungan serius dari beberapa analis. "Mungkin ini saatnya Bill Gates kembali untuk beberapa saat," kata Jack Gold, analis teknologi dari Gold Associates.
Namun, pertanyaan baru justru timbul jika Bill Gates benar-benar maju menjadi CEO Microsoft: mampukah dirinya mengatasi carut marut dalam perusahaan yang dibesarkannya ini?
Seperti diketahui, sejak Bill Gates 'turun tahta' dari Microsoft di tahun 2000, secara otomatis dirinya tak pernah sekalipun mencampuri urusan perusahaan dalam melakukan pengembangan berbagai produk. Semuanya dipercayakannya kepada Ballmer dan anak buahnya.
Tiga belas tahun berselang tentu adalah masa yang lama terutama dalam dunia teknologi. Sudah banyak yang berubah dari awal milenium tersebut hingga dekade baru ini.
Jika dulu Microsoft masih berjaya dengan berbagai produknya, kini muncul banyak pesaing yang memberikan layanan dan produk serupa dengan harga bersaing. Malah, ada Google yang siap menggusur Microsoft dengan layanannya yang serba gratis.
Namun, analis Gold sendiri percaya bahwa Bill Gates masih bertaji. Sebagai seorang yang kreatif, tentu Bill Gates punya banyak ide untuk menyelamatkan perusahaan teknologi asal Redmond ini.
"Microsoft sekarang butuh inovator mumpuni dengan sejarah mampu membuat perusahaan ini menjadi besar," terangnya.
(mdk/nvl)