Air Asia Indonesia 'terbang' bersama Office Baru
Pihaknya memercayakan Microsoft Office 365 menjadi salah satu infrastruktur utama pendukung kegiatan AirAsia Indonesia.
Baru-baru ini, Microsoft telah memperkenalkan cara bekerja secara modern dengan Office Out-of-Office atau Office OOF. Kini salah satu perusahaan yang juga telah mengadopsi cara bekerja modern tersebut adalah AirAsia Indonesia.
Menurut press release yang diterima merdeka.com (13/6), Dharmadi, selaku Chief Executive Officer AirAsia Indonesia, mengatakan bahwa untuk tetap menjadi yang terbaik, AirAsia Indonesia terus berinovasi menghadapi persaingan yang kian ketat. Pihaknya memercayakan Microsoft Office 365 menjadi salah satu infrastruktur utama pendukung kegiatan AirAsia Indonesia.
"Layanan berbasis cloud Office 365 telah membuat kami menghemat investasi TI seperti server dan storage. Artinya, ruangan yang dihemat dapat digunakan untuk keperluan lain," jelas Dharmadi.
Di lapangan, para pilot dan cabin crew dapat dengan cepat dan fleksibel mengakses jadwal terbang dari mana saja dan kapan saja. Mereka dapat berbagi informasi, mengakses email, dan berkomunikasi langsung melalui fitur voice maupun video dari Lync melalui perangkat mobile atau tablet, tanpa harus berada di kantor. Para karyawan dapat mengajukan permohonan perjalanan dinas secara mudah, dan supervisor mereka juga bisa dengan cepat menyetujuinya.
Sjafril Effendi, Presiden Direktur Mitra Integrasi Informatika, juga berkomentar terkait hal tersebut, "Banyak pelanggan kami membutuhkan solusi yang mampu menekan biaya namun tetap kompetitif. Dari pengalaman kami melakukan implementasi Office 365, terbukti solusi ini dapat membantu kami menjadi lebih efisien. Selain menghemat pengeluaran transportasi, kami juga memberikan staf kami tool terbaik agar tetap produktif."
Menurut dia, Solusi New Office dengan Office 365 semakin diminati oleh bisnis dari berbagai skala, terutama untuk mengakomodasi kebutuhan pekerja mobile yang ingin dapat mengakses data mereka dari manapun.(mdk/ega)