Agustus Facebook punya kantor di Indonesia
Agustus Facebook punya kantor di Indonesia. Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semuel A. Pangerapan mengatakan, pemerintah baru saja bertemu dengan Facebook. Dalam pertemuannya itu, ada tiga hal yang dibicarakan.
Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semuel A. Pangerapan mengatakan, pemerintah baru saja bertemu dengan Facebook. Dalam pertemuannya itu, ada tiga hal yang dibicarakan. Pertama adalah soal pembukaan kantor Facebook di Indonesia.
“Rencananya bulan Agustus ini akan diresmikan,” ujarnya di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu (2/8).
Kemudian yang kedua adalah rencana mereka yang akan menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Mei 2017. Lalu ketiga, yakni mengenai konten-konten negatif.
“Bagaimana menangkal konten radikal yang bertentangan di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Semmy ini.
Menurutnya, Facebook dan Instagram termasuk media sosial yang rendah dalam merespons permintaan pemerintah dibandingkan yang lainnya. Hal itu terbukti dari catatannya merujuk pada Service Level Agreement (SLA) yang harus dilakukan oleh layanan OTT. SLA merupakan jaminan layanan yang dijanjikan antara pemerintah dengan pemain OTT.
Sejak tahun 2016 hingga 2017, rata-rata respon Facebook dan Instagram terhadap permintaan pemerintah kurang dari 50 persen. Respon Facebook hanya mencapai 49,3 persen dan Instagram 40,3 persen.
“Kalau dibandingkan dengan yang lain mendekati angka di atas 70 persen. Ini yang kita harapkan mereka bisa memperbaiki agar SLA ditingkatkan,” terangnya.
Baca juga:
Begini pendapatan Facebook di kuartal kedua dan paruh pertama 2017
Jokowi ingatkan anak-anak boleh main Facebook saat usia 13 tahun
Facebook terjun ke industri smartphone, mantap pilih konsep modular
Samakan Islam dengan bakteri, pejabat AS tolak minta maaf
Tottenham bantah akan dibeli Facebook
Bos Facebook dituding licik saat beli aplikasi Whatsapp
Kumpulkan para ahli, Facebook berdedikasi wujudkan literasi berita