LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Ada Bonus Demografi, Bank Digital Punya Prospek Cerah di Indonesia

Bank digital di Indonesia memilik prospek positif di masa mendatang. Bonus demografi Indonesia terutama kelompok usia produktif yang besar membuat perbankan mesti hadir secara digital agar sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Namun, bank digital berbeda dengan perusahaan teknologi keuangan (fintech).

2021-03-08 21:19:28
Teknologi
Advertisement

Bank digital di Indonesia memilik prospek positif di masa mendatang. Bonus demografi Indonesia terutama kelompok usia produktif yang besar membuat perbankan mesti hadir secara digital agar sesuai dengan kebutuhan konsumen itu.

Namun, bank digital berbeda dengan perusahaan teknologi keuangan (fintech), terutama secara esensi bisnisnya.

Tjandra Gunawan, Direktur Utama Bank Neo Commerce, menjelaskan bank digital menyasar segmen milenial, karena mereka melek teknologi dan gaya hidup digital memanfaatkan teknologi internet. Bank Neo Commerce juga memiliki visi sebagai bank digital.

Advertisement

"Kami akan memanfaatkan semua fitur digital, termasuk biometrik. Jadi, tidak ada lagi telepon ke layanan pelanggan,” kata Tjandra, saat jumpa pers secara daring, Senin (8/3).

Menurutnya, dengan proyeksi populasi produktif usia 21-36 tahun berjumlah sekitar 63,5 juta orang di Indonesia, ini menjadikan milenial sebagai mesin pertumbuhan signifikan untuk perekonomian Indonesia.

"Namun, bank digital berbeda dengan fintech yang sedang tren. Terutama dalam hal esensi bisnis. Bisnis bank adalah menghimpun simpanan/dana masyarakat dan menyalurkan kredit. Bank juga memastikan proses di dalamnya prudence, agile, dan efisien, tanpa meninggalkan esensi bank sendiri, yakni bisnis kepercayaan. Sedangkan fintech adalah platform simpan-pinjam yang menghubungkan pemilik dana dengan peminjam," jelas Tjandra.

Advertisement

Demi memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan terkait modal inti minimum Rp 2 triliun, Tjandra mengaku perlu menambah modal, agar bisnis bisa lebih berkembang.

“Untuk itu, kami akan melakukan Penawaran Umum Terbatas ke-4 sebanyak 832 juta lembar saham pada kuartal I tahun ini. Prosesnya saat ini sedang berjalan,” terang dia.

Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) merupakan nama baru dari Bank Yudha Bhakti dengan pemegang saham mayoritas adalah Akulaku. Pada tahun lalu, laba bersihnya mencapai Rp 15,8 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang meraih Rp 16 miliar.

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.