LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

7 Hal 'Natural' dan Fenomena Alam yang Sebenarnya Buatan Manusia

7 Hal 'Natural' dan Fenomena Alam yang Sebenarnya Buatan Manusia

2019-04-05 00:01:00
Sains
Advertisement

Cara membedakan hal yang natural dan juga buatan tentu tak sulit. Kita bisa melihat dengan kasat mata apakah sesuatu itu buatan manusia ataukah produk dari alam.

Namun ketika kita menggali lebih dalam, ternyata banyak hal yang terlihat natural atau terjadi secara alamiah, namun ternyata itu adalah hasil perbuatan dari manusia.

Berbagai hal seperti adanya spesies hewan tertentu, hingga adanya fenomena alam yang kita kira adalah alami, ternyata adalah buatan.

Advertisement

Berikut deretan hal alami dan juga fenomena alam yang ternyata buatan manusia, seperti dilansir dari Listverse.

Hutan Amazon

Kita mengetahui Amazon sebagai hutan hujan tropis yang merupakan paru-paru dunia. Hutan tersebut adalah rumah dari deretan flora dan fauna yang unik hanya ada di sana.

Advertisement

Ternyata menurut banyak sekali ilmuwan, disebut bahwa hutan Amazon adalah rumah dari banyak sekali peradaban manusia. Bahkan, ilmuwan percaya, sebelum benua Amerika 'ditemukan' oleh penjelajah Eropa, masyarakat asli telah sangat jauh memulai peradaban di Amazon. Hingga, Amazon dianggap lahan yang dibentuk oleh peradaban tersebut.

Beberapa deretan buktinya adalah beberapa spesies flora yang ternyata merupakan modifikasi dari versi original. Salah satunya adalah tanaman palem pir atau peach palm. Versi aslinya, buah yang dihasilkan cukup kecil, dan saat ini buahnya sangat-sangat jauh lebih besar.

Tanaman khas Brasil seperti cokelat dan kacang Brasil sendiri dipercaya oleh para ilmuwan adalah tanaman persilangan yang dihasilkan oleh suku yang pernah tinggal di Amazon sehingga mencapai kualitas terbaik seperti saat ini.

Mutiara

Mutiara sempat menjadi salah satu aspek perhiasan mahal yang cukup langka. Dulu mutiara diburu hingga penjuru dasar laut, dan proses inilah yang membuatnya mahal.

Namun kini, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana cara mutiara terbentuk secara alami dan mereplikasinya di laboratorium. Hal ini dilakukan dengan menginjeksikan emas atau perak ke tubuh moluska dan mutiara akan terbentuk secara alami.

Jadi, ketika Anda melihat perhiasan mutiara di pasaran, hampir pasti itu adalah mutiara hasil laboratorium. Ini bukan mutiara palsu, namun memang praktik berburu mutiara ke dasar laut sudah tak lagi lazim.

Lemon

Jeruk lemon adalah jeruk yang sangat sering kita manfaatkan untuk masakan, minuman, atau bahkan kesehatan. Namun, ternyata lemon bukanlah tanaman alami.

Spesies lemon adalah buatan manusia dengan menyilangkan beberapa varietas jeruk seperti jeruk nipis dan jeruk limau. Spesies jeruk ini disebut pertama kali ada 2.000 tahun yang lalu di kaki pegunungan Himalaya tepatnya di Burma dan salah satu provinsi di utara India yakni Assam.

Vanilla

Rasa vanilla adalah rasa dan aroma yang sering kita temui di eskrim atau kue. Zaman dahulu, vanilla adalah perisa dengan harga paling mahal dan sangat elegan. Hanya kaum papan atas eropa yang memakannya.

Tumbuhan vanilla bisa ditemui di Meksiko, dan tidak bisa tumbuh di tempat lain karena lebah tidak mau menyerbuki tumbuhannya. Akhirnya, masalah ini dipecahkan oleh seseorang bernama Edmond Albius, seorang budak di pulau Reunion, sebuah pulau kecil milik Prancis dekat Madagaskar. Sang budak menyerbuki tumbuhan vanilla dengan tangan.

Akhirnya, dua orang tersebut menerapkan teknik penyerbukan ini ke banyak ladang lain. Dalam beberapa tahun saja, penduduk pulau Reunion memiliki pekerjaan utama mengekspor vanilla ke seluruh dunia.

Akhirnya, vanila tumbuh dengan teknik demikian. Harganya menjadi murah dan tersedia bagi siapa saja.

Lebah Pembunuh

Lebah pembunuh atau killer bees adalah spesies lebah yang cukup populer di benua Amerika. Ia sama seperti lebah lain, namun sangat ganas ketika sarangnya diserang.

Meski demikian, dahulu lebah pembunuh ini punya reputasi mengerikan yakni menyengat dan membunuh 1.000 lebih manusia. Masalahnya, seharusnya manusia ini tak terbunuh karena lebah pembunuh ini adalah hasil eksperimen biologi yang salah.

Awalnya, ilmuwan membawa lebah madu Eropa ke Brasil untuk menaikkan produksi madu. Namun karena temperatur hangat, lebah Eropa justru tak produktif. Para ilmuwan lalu berinisiatif membawa lebah madu Afrika untuk disilangkan.

Namun hasil persilangan tersebut bahkan belum dimanfaatkan, 26 ratu lebah Afrika lepas dari kandang. Mereka hidup bebas di luar dan bersilang menjadi lebah ganas. Spesies ini akhirnya menyebar ke seluruh Amerika, di manapun yang suhunya hangat.

Jagung

Jagung bisa dengan mudah ditemui di mana pun. Namun jika tidak dengan intervensi manusia, jagung tak akan pernah ada. Menurut penelitian, para suku di Meksiko mulai bereksperimen untuk menyilangkan jagung yang awalnya hanya rumput tinggi biasa bernama teosinte.

Deretan eksperimen ini disebut terjadi ribuan tahun, dan baru tersebar secara global tak lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

Jagung sendiri sampai saat ini butuh proteksi dan penyuburan dari manusia, jika tidak, jagung tak akan tumbuh.

Anjing

Anjing yang merupakan salah satu hewan jinak selain kucing, adalah sahabat terbaik manusia. Keberadaannya juga banyak membantu, mulai dari menjaga kebun hingga melacak adanya narkoba yang memudahkan polisi menangkap gembong.

Namun anjing cukup rumit jika dicari nenek moyangnya. Anjing pasti dianggap berasal dari anjing liar yang bisa kita temui berburu di pelosok Himalaya, atau Dingo yang ganas dari Australia. Namun tidak. Satu-satunya spesies anjing liar yakni Anjing Liar Afrika, tidak masuk keluarga yang sama dari Anjing yakni canines.

Jadi bisa dibilang, anjing keberadaannya cukup ajaib.

Ilmuwan berpendapat bahwa semua anjing yang kita lihat saat ini, baik Chihuahua ataupun Golden Retriever, adalah turunan dari satu kelompok serigala. Hal ini terjadi di satu titik dalam sejarah manusia.

Ilmuwan tidak bisa menerka secara jelas kapan anjing muncul, perkiraan kasarnya adalah 20 ribu hingga 40 ribu tahun yang lalu. Namun yang jelas, di titik tersebut manusia telah memutuskan untuk menjadikan serigala jadi binatang yang baik untuk berteman, dan berevolusilah menjadi anjing.

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.