5 Tahun tsunami Jepang, robot langsung mati dekati PLTN Fukushima
Tiap robot yang mati butuh waktu pengembangan hingga 2 tahun
Hari ini, 11 Maret, 5 tahun yang lalu, sebuah gempa dahsyat mengirim tsunami setinggi 10 meter yang meluluhlantakkan reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Akibatnya, reaktor itu mengalami kebocoran dan memaksa belasan ribu orang meninggalkan rumahnya yang berada di sekitar reaktor Fukushima. Lalu, apa kabar reaktor itu kini?
Sayang, jawabannya tidak terlalu enak untuk didengar. Kawasan reaktor itu masih sangat berbahaya dan tidak bisa didekati akibat paparan radiasi nuklir tingkat tinggi. Ilmuwan sekalipun belum bisa mengembangkan teknologi yang mampu menemukan sumber kebocoran limbah nuklir di dalam kawasan PLTN Fukushima.
Pasca gempa dan tsunami, keberadaan bahan bakar nuklir di dalam reaktor Fukushima memang masih jadi misteri. Bahkan, robot yang dibuat khusus selama dua tahun oleh Tepco (Tokyo Electric Power Co) pun gagal mencari bahan bakar nuklir itu.
Setiap kali si robot Tepco berusaha mendekati reaktor, radiasi tinggi langsung membakar sistem kabel robot. Akibatnya, seketika itu juga si robot akan mati. Ini tentu kabar buruk bagi Jepang, sebab akan sangat berbahaya bila air di sekitar reaktor yang telah terkontaminasi nuklir itu berhasil menemukan jalan ke laut.
Sumber: Daily Mail
Baca juga:
Eksperimen berhasil, tanaman ini mampu tumbuh di tanah Mars!
Ilmuwan: pemanasan global akan picu hujan besar dan banjir bandang
Mengapa aksen seseorang susah hilang?
Mengetik satu tangan bisa menambah kualitas tulisan, Sudah tahu?
Mengapa foto seseorang bisa 'lebih rupawan' dari aslinya?