LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

5 Satelit Disewa, BAKTI Rogoh Kocek Rp 120 Miliar Per Bulan

Menurut Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, dengan menyewa kapasitas dari 5 satelit itu, Badan Layanan Umum (BLU) ini harus mengeluarkan biaya ratusan miliar per bulan.

2019-01-31 09:43:00
satelit
Advertisement

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) telah melakukan teken kontrak sewa satelit ke 5 operator. 5 operator satelit itu adalah PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Aplikanusa Lintasarta, PT Telekomunikasi Indonesia, Konsorsium Iforte HTS, dan PT Indo Pratama Teleglobal. Dari ke 5 operator satelit itu, BAKTI menyewa kapasitas sebesar 21Gbps.

Lantas, berapa harga sewa 5 satelit itu? Menurut Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, dengan menyewa kapasitas dari 5 satelit itu, Badan Layanan Umum (BLU) ini harus mengeluarkan biaya ratusan miliar per bulan.

"Biaya sewa Rp 120 miliar per bulan terkait kerja sama penyediaan kapasitas satelit ini," jelasnya.

Advertisement

Kerja sama ini akan berjalan selama lima tahun ke depan, sampai satelit multifungsi yang sedang disiapkan pemerintah beroperasi pada 2023. Satelit multifungsi ini dijadwalkan meluncur ke orbit pada akhir 2022.

"Dibutuhkan waktu lima tahun sampai 2023, saat satelit kita sudah beroperasi. Waktu transisi (dari satelit lain ke multifungsi) dibutuhkan waktu satu tahun," jelasnya.

Sekadar informasi, penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung program Layanan Akses Internet (BAKTI Aksi), dan layanan backhaul BTS (BAKTI Sinyal).

Advertisement

BAKTI sejak 2016 telah melaksanakan berbagai program bersifat bottom-up ataupun top-down guna memberikan layanan telekomunikasi di wilayah 3T. Sebagian besar dari layanan akses internet ataupun backhaul BTS sampai saat ini masih menggunakan sambungan jaringan satelit.

Hal ini disebabkan masih banyak daerah yang tidak terjangkau jaringan dengan teknologi terrestrial. Oleh sebab itu, penyediaan kapasitas satelit dapat membantu BAKTI dalam memberikan layanan telekomunikasi yang lebih masif untuk mewujudkan konektivitas nasional.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Andina Librianty

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.