5 Masalah pada smartphone yang bikin 'malas' beli hp mahal
5 Masalah pada smartphone yang bikin 'malas' beli hp mahal. Jika cukup dengan fitur yang biasa-biasa saja, untuk apa beli hp mahal? Selain itu masalah seperti hardware yang tak bisa update, aplikasi yang tak sebaik PC, umurn pendek, isu privasi, serta pengalaman monoton dalam memakai smartphone, tentu bikin makin malas
Saat ini kita hidup di era smartphone yang menggantikan PC serta laptop sebagai perangkat primer yang kita gunakan sehari-hari. Hal ini menandakan bahwa teknologi bergerak ke arah yang makin mobile.
Hal ini diimbangi juga dengan rilisnya berbagai jenis smartphone dari berbagai merek yang menawarkan berbagai jenis fungsi pula. Harganya pun beragam; ada yang relatif murah, ada pula yang harganya sangat mahal hingga setara dengan kendaraan bermotor. Pola pikir umum yang muncul di masyarkakat seringkali adalah, "mengapa untuk beli hp saja harus mahal?"
Yap, hal ini benar. Jika Anda sebenarnya tak seberapa butuh, atau smartphone murah sudah mencukupi kebutuhan Anda, mengapa beli yang harganya selangit? Di samping itu, ada beberapa masalah pada smartphone yang tentu akan bikin Anda makin malas membeli smartphone yang terlalu mahal.
Berikut uraiannya.
Anda tidak bisa mengupgrade hardware
Jika kita membeli smartphone, kita harus terima apa adanya keadaan dari smartphone tersebut. Membeli smartphone tidak seperti membeli PC yang bisa beli per bagian. Konsep 'all-in-one' dari smartphone ini membuat jika kita tak puas dengan salah satu hardware, proses upgrade tak bisa dilakukan.
Konsep ini ingin dipecahkan oleh Project ARA dari Google, namun proyek tersebut gagal karena konsep smartphone modular sangat sulit untuk dijalankan. Hal ini dikarenakan setiap smartphone berjalan saling menopang dengan kekuatan masing-masing hardware yang hampir sama. Anda tak akan bisa mendapat kamera yang bagus dengan layar yang jelek, atau mendapat RAM yang bagus dengan prosesor yang biasa-biasa saja. Itu mengapa smartphone bersifat all-in-one.
Tentu jika Anda beli smartphone dan tak puas dengan performanya, Anda harus beli lagi. Bahkan jika Anda sudah membeli yang paling mahal dengan performa juara, dalam beberapa tahun keinginan Anda akan perfroma tentu akan berubah.
Aplikasi smartphone tak bekerja sebaik software PC
Kita hidup di era yang makin mobile, dan adanya PC atau laptop yang bisa mengurangi mobilitas kita tentu sedikit menghambat aktivitas. Itulah mengapa smartphone didesain jadi lebih canggih sehingga semua hal bisa dilakukan dalam satu smartphone.
Namun tak semua hal bisa sebaik di PC jika dilakukan di smartphone. Hardware yang lebih lemah serta layar yang lebih kecil membuat smartphone tak bisa disandingkan dengan laptop atau PC. Tentu sulit dibayangkan untuk melakukan desain di layar phablet, atau melakukan berbagai pekerjaan profesional yang sebelumnya sangat dibutuhkan adanya PC.
Smartphone biasanya tak 'berumur panjang'
Pabrikan smartphone pada dasarnya tak menginginkan kita untuk mengupgrade perangkat kita dan tetap mempertahankannya dan menservisnya ketika rusak. Smartphone memang didesain agar kita menggantinya setiap setahun atau dua tahun. Kita bahkan bisa menggunakan smartphone dan menggantinya dalam kurang dari setahun.
Selain perangkat yang memiliki umur yang relatif pendek, seringkali pabrikan smartphone pun berhenti memberikan support jika smartphone sudah 'lawas.' Hal ini membuat harga smartphone yang Anda beli hanya 'sesuai' dalam waktu setahun hingga dua tahun jika Anda beruntung dan merawatnya dengan baik.
Makin tergantung terhadap smartphone, makin beresiko terjerat isu privasi
Aktivitas masyarakat yang makin mobile, membuat smartphone jadi perangkat utama dalam beraktivitas. Jika dulu kita hanya bekerja lewat software di PC, saat ini kita lebih sering berinteraksi dengan masyarakat via jejaring sosial. Hal inilah yang membuat privasi makin terbuka lebar untuk dibobol.
Hal ini dikarenakan ketika kita menggunakan aplikasi, banyak sekali proses pertukaran data terjadi antara gadget kita, server, server perusahaan, gadget pengguna lain, serta kembali ke gadget kita sendiri. Hal inilah yang bisa dicari celahnya oleh peretas dan masuk ke server kita untuk mendapat data personal kita dan dengan mudah berujung ke phising dan berbagai kejahatan lainnya.
Hal ini bisa dilakukan dengan mengedukasi diri dengan berbagai wawasan tentang privasi online.
Pengalaman menggunakan smartphone yang 'monoton'
Meski banyak perbedaan dalam sistem operasi, seperti tampilan dan juga performa, inti dari semua hal tersebut kebanyakan sama. baik Android maupun iOS didominasi dengan tampilan yang mengarahkan kita untuk menyimpan berbagai aplikasi serupa.
Para pengguna yang 'expert' tentu punya banyak pilihan untuk mengutak-atik smartphone mereka jadi lebih sesuai untuk meeka pakai. Namun para pengguna awam, terlebih lagi yang menggunakan smartphone hanya untuk hal dasar, tentu akan merasa pengalaman dalam menggunakan smartphone akan secara umum sama, meski harga akan sangat membedakan penampilan dan performa.