LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

4 Permasalahan yang Sering Dihadapi Pelaku UMKM di Daerah Pelosok dan Susah Sinyal

Tak hanya memerlukan biaya yang lebih besar, para pelaku UMKM di daerah juga harus bekerja lebih keras agar bisa mendapatkan target pasar yang diinginkan.

2023-02-17 16:00:00
Copywriter
Advertisement

Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini semakin bertambah jumlahnya. Hal tersebut didukung pula dengan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM yang menyebutkan bahwa ada sekitar lebih dari 64 juta UMKM yang saat ini sudah beroperasi. Namun, di antara besarnya angka tersebut, tak semua bisa berhasil dan mampu mengembangkan usaha yang dikelola.

Ini tak terlepas dari berbagai kendala yang sering terjadi, khususnya bagi para pelaku UMKM di daerah pelosok. Tak hanya memerlukan biaya yang lebih besar, mereka juga harus bekerja lebih keras agar bisa mendapatkan target pasar yang diinginkan. Lantas, apa saja permasalahan-permasalahan tersebut?

Minimnya Modal untuk Mengembangkan Usaha

Advertisement

©Shutterstock

Pelaku UMKM yang berada di daerah terpencil kerap kali berpikir bahwa usaha mereka bisa berkembang meski dengan modal yang terbatas. Selain itu, orang-orang ini juga beranggapan bahwa produk yang mereka hasilkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, pada kenyataannya, hal tersebut hanya menjadi angan-angan biasa yang sulit untuk diwujudkan.

Permasalahan ini semakin dipertegas dengan pernyataan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatakan bahwa sebanyak 70% UMKM di Indonesia masih belum mendapatkan akses pembiayaan. Oleh karena itulah, para pelaku UMKM terpaksa meminjam sejumlah modal dari Lembaga keuangan mikro, walaupun hal tersebut diiringi dengan risiko dan beban yang cukup besar.

Advertisement

Belum Terjangkau dengan Akses Internet dan Infrastruktur Telekomunikasi yang Baik dan Memadai

©Shutterstock

Dalam memasarkan produk yang dibuat, sudah pasti peran teknologi digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dan dibutuhkan. Sayangnya, hal tersebut tampak sulit untuk dilaksanakan oleh para pelaku UMKM di desa atau wilayah pelosok. Sebab, internet di daerah susah sinyal tersebut seringkali jarang ditemukan dan bahkan bisa tak ada sama sekali.

Meski begitu, ada solusi tepat yang bisa dipilih untuk menghadapi ini. Misalnya saja dengan memanfaatkan layanan internet satelit Bintang Broadband by Petro One Indonesia – Powered by Kacific. Kacific sendiri merupakan pelopor dari KA Brand yang dilengkapi dengan kapasitas lebih besar, namun harganya tetap terjangkau. Bukan hanya itu, satelit ini juga bisa menjangkau ke banyak daerah, sekalipun itu merupakan tempat terpencil.

Menikmati layanan dari Bintang Broadband by Petro One Indonesia – Powered by Kacific bisa didapatkan mulai dari Rp 1,7 jutaan saja. Dengan harga bulanan yang terjangkau ini, kamu sudah bisa mendapatkan akses unlimited. Paket yang tersedia juga sangat bervariasi, lho. Mulai dari internet dengan kecepatan upload sebesar 3 Mbps, 10 Mbps, 15 Mbps, hingga 20 Mbps. Semakin nyaman, karena produk ini memiliki kecepatan mengunduh hingga 100 Mbps. Sehingga, aktivitas dengan internet pun menjadi lebih mudah. Nah, bagi kamu yang masih ingin tahu tentang produk ini, bisa langsung klik di sini saja, ya.

Inovasi Produk yang Kurang Kreatif

©Shutterstock

Banyaknya UMKM yang ada di Indonesia semakin membuat persaingan semakin ketat. Inilah mengapa setiap pelaku usaha dituntut untuk bisa menciptakan inovasi produk yang unik dan berbeda. Sebab, jika barang-barang yang dibuat memiliki ciri khas tersendiri dan fungsi yang dibutuhkan, maka bukan tidak mungkin jika produk tersebut akan menjadi tren tersendiri di kalangan masyarakat.

Walaupun begitu, faktanya masih saja para pelaku UMKM yang hanya berada di tahap itu-itu saja dan tak mau melakukan perubahan yang baik. Mereka hanya bergantung dengan apa yang sudah dilakukan dan menunggu agar para konsumen datang kepada mereka. Karena alasan itulah, banyak para pengusaha seringkali stuck di tempat yang sama dan tak mengalami kemajuan apapun.

Sulitnya Mendistribusikan Barang yang Dibuat

©Shutterstock

Sudah menjadi risiko jika proses pendistribusian barang yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM di pedesaan terhambat. Pasalnya, ada banyak sekali akses jalan yang masih tak layak untuk dilalui dan bahkan tak kunjung untuk diperbaiki. Hal ini semakin sukar karena minimnya jasa kirim barang di sekitar daerah tersebut.

Jika pun ada, tentu biaya yang dibutuhkan akan lebih besar bila dibandingkan dengan area perkotaan. Maka tak heran saja, banyak pelaku UMKM di daerah terpencil begitu sangat kesulitan dan sangat terhambat untuk mengembangkan usaha yang dimiliki.

Itulah tadi beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM di daerah pelosok. Dari isu-isu yang dijelaskan di atas, dapat dikatakan bahwa internet memainkan peran yang sangat besar bagi para pengusaha ini. Meskipun begitu, kali ini sudah tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi. Sebab, dengan Bintang Broadband by Petro One Indonesia – Powered by Kacific, jaringan internet bisa berlancar dengan lancar, sekalipun berada di area terpencil.

(mdk/)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.